OJK sudah terbiasa dengan kolektif kolegial

Rabu, 02 Januari 2013 - 13:21 WIB
OJK sudah terbiasa dengan...
OJK sudah terbiasa dengan kolektif kolegial
A A A
Sindonews.com - Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) mengaku sudah mulai terbiasa dengan struktur organisasi kolektif kolegial seperti diatur dalam Undang-Undang OJK, kendati bentuk organisasi tersebut kurang familiar diterapkan pada lembaga-lembaga di tanah air.

"Sudah dua bulan berjalan jadi sudah tidak canggung lagi ya," aku Ketua DK OJK, Muliaman D Hadad dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (2/1/2013).

Kendati bersifat kolektif kolegial, lanjut Muliaman, terkait fungsi pembuatan kebijakan dan fungsi pengawasan pelaksanaan oleh eksekutif tetap dipisahkan. Sehingga dirinya optimis mampu bekerja dengan optimal.

"Prinsipnya collegiality menjadi penting bagi organisasi OJK. Walaupun ada collegiality kita selalu memisahkan siapa yang membuat aturan, siapa yang bertugas mengawasi pelaksanaan di tingkat eksekutif. Jadi perumusan kebijakan akan dibahas di DK OJK, nanti pelaksanaannya akan diawasi oleh masing-masing kepala eksekutif OJK," tegas dia.

Kolektif Kolegial sendiri merupakan salah satu dari sekian banyak model kepemimpinan yang diterapkan dalam berbagai organisasi. Dengan bentuk organisasi tersebut, memungkinkan setiap Anggota Dewan Komisioner memiliki wewenang yang sama dalam hal mengambil keputusan.

"Jadi keputusan itu diambil secara bersama-sama (kolektif) dan bersifat kekeluargaan (kolegial)," terang Muliaman.

Menurut catatan Sindonews, model kepemimpinan kolektif kolegial umumnya diterapkan pada organisasi-organisasi yang didirikan berdasarkan kedekatan dan kesamaan visi antar setiap anggotanya seperti organisasi dakwah seperti Muhammadiyah.

Sementara untuk model organisasi di pemerintahan lebih umum diterapkan model presidentil dimana wewenang pengambilan keputusan hanya dimiliki oleh pemimpin organisasi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
2 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
2 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
3 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
3 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
4 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved