Bantul dan Sleman kelola PBB sendiri

Kamis, 03 Januari 2013 - 13:14 WIB
Bantul dan Sleman kelola...
Bantul dan Sleman kelola PBB sendiri
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten Bantul dan Sleman mulai tahun 2013 akan mengelola sendiri Pemungutan pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pedesaan dan Perkotaan. Menyusul diserahterimakan kewenangan pemungutan PBB Pedesaan dan Perkotaan dari Kanwil DJP DIY bersama KPP Pratama Bantul dan Sleman dengan pemkab Bantul dan Sleman.

Sebelumnya pengelolaan pajak mandiri telah dilakukan Kota Yogyakarta. Kepala Kanwil Direktorat Jendral Pajak (DJP) DIY Sakli Anggoro mengatakan, pengalihan kewenangan Pemungutan pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari pusat kepada pemerintah daerah merupakan amanat dari UU 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi daerah.

"Harapan kita pelayanan akan lebih baik, karena pemkab lebih paham dengan kondisi daerah," tutur Sakli pada penandtaangan BAP serah terima kewenangan pemungutan PBB pedesaan dan perkotaan di kantor DJP DIY, Kamis (3/1/13).

Menurutnya, pengalihan PBB Pedesaan dan Perkotaan ini meliputi seluruh kewenangan dalam pemungutan PBB pedesaan dan perkotaan, baik dari pendataan, penilaian, penetapan hingga administrasi basis data dan sistem informasi. Kedua pemkab ini juga akan memberikan pelayanan, penagihan dan pengadministrasian piutang dan tunggakan.

Sebelum diserahkan, antara Kanwil DJP dengan kedua pemkab telah melakukan kejaasma kemitraan yang sinergis. Ini merupakan manifestasi dari peraturan bersama Menkeu dan Mendagri 213/PMK/07/2010 dan 42/2010 tentang tahapan persiapan penagihan PBB pedesaan dan perkotaan sebagai pajak daerah.

“Harapan kita tahun depan di Kulonprogo dan Gunungkidul, agar target 2014, semua kabupaten/kota sudah selesai,” tegasnya.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, optimistis PBB pedesaan dan perkotaan ini bisa ditangani oleh pemerintah. Selama ini telah dilakukan kerjasama dengan kesiapan baik sarana prasarana maupun dari SDM. Bahkan kesadaran membayar pajak di Sleman juga cukup bagus.

Terbukti erupsi merapi 2010, tidak berpengaruh dalam capaian pajak yang ada. Justru realisasi itu diatas dari target yang dibebankan. “Semoga pajak ini akan lebih berdayaguna, kepada masyarakat,” tuturnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Menuntut Reformasi...
Aksi Menuntut Reformasi Pegawai Pajak
Diskon Pajak Mobil Baru...
Diskon Pajak Mobil Baru Berlaku Mulai 1 Maret 2021
Negara yang Kaya Tanpa...
Negara yang Kaya Tanpa Memungut Pajak dari Rakyatnya
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Kapolri: Polri akan...
Kapolri: Polri akan Kawal Kepatuhan Wajib Pajak untuk Bayar Pajak
Adaro Raih Penghargaan...
Adaro Raih Penghargaan Wajib Pajak
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
32 menit yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
11 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
11 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved