Akhir 2014, PNM targetkan IPO
Rabu, 09 Januari 2013 - 17:01 WIB
Akhir 2014, PNM targetkan IPO
A
A
A
Sindonews.com - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) berencana melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada akhir 2014. Rencana itu akan direalisasikan jika aset perseroan sudah melebihi Rp5 triliun.
"Kami selalu ada rencana untuk IPO, namun menunggu keputusan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," kata Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja saat acara silaturahmi dengan wartawan di Jakarta, Rabu (9/1/2013).
Sementara, aset perseroan saat ini tercatat sebesar Rp4,1 triliun. Selain itu, perusahaan pembiayaan pelat merah ini berencana menerbitkan obligasi senilai Rp1 triliun pada semester II/2013. Kupon obligasi yang ditawarkan antara 7,5-8,5 persen.
Direktur Keuangan dan Operasional PNM, Kemas Hasani mengungkapkan, dana hasil obligasi nantinya akan digunakan untuk ekspansi pembiayaan. Obligasi ini tidak berkelanjutan karena perseroan baru saja menerbitkan obligasi beberapa waktu lalu. Sesuai peraturan, jika ingin menerbitkan penawaran umum berkelanjutan (PUB) minimal dua tahun dari obligasi sebelumnya.
Seperti diketahui, perseroan pada awal tahun lalu telah menerbitkan obligasi I sebesar Rp500 miliar. Obligasi tersebut bertenor lima tahun dengan kupon di kisaran 8,75-9,5 persen. "Keputusan itu (menerbitkan obligasi) masih menunggu rapat umum pemegang saham (RUPS) perseroan, dan saat ini sedang dijadwalkan rencana RUPS tersebut," paparnya.
Perusahaan pembiayaan pelat merah tersebut juga berencana menerbitkan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) senilai Rp500 miliar pada tahun ini. "RDPT ini kami perkirakan akan diluncurkan sebelum obligasi, artinya semester satu ini," ungkap Kemas.
"Kami selalu ada rencana untuk IPO, namun menunggu keputusan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," kata Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja saat acara silaturahmi dengan wartawan di Jakarta, Rabu (9/1/2013).
Sementara, aset perseroan saat ini tercatat sebesar Rp4,1 triliun. Selain itu, perusahaan pembiayaan pelat merah ini berencana menerbitkan obligasi senilai Rp1 triliun pada semester II/2013. Kupon obligasi yang ditawarkan antara 7,5-8,5 persen.
Direktur Keuangan dan Operasional PNM, Kemas Hasani mengungkapkan, dana hasil obligasi nantinya akan digunakan untuk ekspansi pembiayaan. Obligasi ini tidak berkelanjutan karena perseroan baru saja menerbitkan obligasi beberapa waktu lalu. Sesuai peraturan, jika ingin menerbitkan penawaran umum berkelanjutan (PUB) minimal dua tahun dari obligasi sebelumnya.
Seperti diketahui, perseroan pada awal tahun lalu telah menerbitkan obligasi I sebesar Rp500 miliar. Obligasi tersebut bertenor lima tahun dengan kupon di kisaran 8,75-9,5 persen. "Keputusan itu (menerbitkan obligasi) masih menunggu rapat umum pemegang saham (RUPS) perseroan, dan saat ini sedang dijadwalkan rencana RUPS tersebut," paparnya.
Perusahaan pembiayaan pelat merah tersebut juga berencana menerbitkan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) senilai Rp500 miliar pada tahun ini. "RDPT ini kami perkirakan akan diluncurkan sebelum obligasi, artinya semester satu ini," ungkap Kemas.
(rna)
Lihat Juga :