Kementan akui tak becus distribusikan daging sapi

Kamis, 10 Januari 2013 - 18:22 WIB
Kementan akui tak becus...
Kementan akui tak becus distribusikan daging sapi
A A A
Sindonews.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengakui distribusi daging sapi yang dijalankannya masih berantakan. Akibatnya, daging sapi dari daerah yang surplus tidak sampai ke daerah yang kekurangan daging. Misalnya, wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek).

"Produksi ada di mana-mana. Konsumen terbanyak di Jabodetabek. Banyak faktor, terutama logistik. Tahun ini akan dibenahi, misalnya ada moda kereta api dan kapal hewan," ujar Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (10/1/2013).

Jika distribusi berhasil dibenahi, pihaknya akan merevitalisasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH). "Kalau ini berhasil, akan revitalisasi RPH yang dekat dengan rumah produksi," kata Rusman.

Selanjutnya, lanjut Wamentan, tidak akan ada lagi sapi hidup yang masuk ke Jakarta karena RPH di dekat sentra produksi sapi sudah melakukan pemotongan terhadap daging sapi. "Nanti yang masuk ke Jakarta itu daging potong. Tidak ada lagi sapi hidup yang masuk ke Jakarta," tuturnya.

Menurut Rusman, pemotongan hewan di RPH yang dekat rumah produksi akan memiliki banyak keuntungan "Salah satunya tidak ada limbah. Ini menguntungkan bagi daerah RPH. Limbah bisa digunakan untuk pupuk," jelas Rusman.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
27 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
56 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved