Harga dinaikkan, BBM subsidi tak akan jebol
Selasa, 15 Januari 2013 - 18:37 WIB
Harga dinaikkan, BBM subsidi tak akan jebol
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) optimis kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang ditetapkan tahun ini sebanyak 46,01 juta kiloliter (kl) tidak akan melampaui kuota, jika harga BBM subsidi dinaikkan.
"Kalau harga naik, enggak jebol. Kan ada yang berhemat, saya enggak tahu, ada hitungannya sendiri. Yang biasanya boros, jadi berkurang," ujar Kepala BPH Migas Andy N Sommeng kepada wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (15/1/2013).
Andy menjelaskan, kuota BBM bersubsidi akan tetap jebol walaupun ada penggunaan sistem informatika yang dilakukan Pertamina tahun ini. "Pembatasan misalnya ada sistem tertutup, ada IT, bisa ditahan, kalau yang kemarin sampai 1,5 jutaan kl kan penghematan. Kalau tadinya 48 juta kl, dikurangi 1,5 juta kl bisa 46,5 juta kl," tegasnya.
Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengemukakan, konsumsi BBM subsidi dan kuota BBM subsidi akan tetap jebol meski harga BBM subsidi tahun ini dinaikkan.
"Kalau dinaikkan menjadi Rp6 ribu per liter, itu kuotanya bisa sampai 48,67 juta kiloliter (kl). Kalau tidak dinaikkan itu bisa sampai 50 juta kl," ujar Rudi, saat masih menjabat Wamen ESDM.
"Kalau harga naik, enggak jebol. Kan ada yang berhemat, saya enggak tahu, ada hitungannya sendiri. Yang biasanya boros, jadi berkurang," ujar Kepala BPH Migas Andy N Sommeng kepada wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (15/1/2013).
Andy menjelaskan, kuota BBM bersubsidi akan tetap jebol walaupun ada penggunaan sistem informatika yang dilakukan Pertamina tahun ini. "Pembatasan misalnya ada sistem tertutup, ada IT, bisa ditahan, kalau yang kemarin sampai 1,5 jutaan kl kan penghematan. Kalau tadinya 48 juta kl, dikurangi 1,5 juta kl bisa 46,5 juta kl," tegasnya.
Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengemukakan, konsumsi BBM subsidi dan kuota BBM subsidi akan tetap jebol meski harga BBM subsidi tahun ini dinaikkan.
"Kalau dinaikkan menjadi Rp6 ribu per liter, itu kuotanya bisa sampai 48,67 juta kiloliter (kl). Kalau tidak dinaikkan itu bisa sampai 50 juta kl," ujar Rudi, saat masih menjabat Wamen ESDM.
(dmd)
Lihat Juga :