Wall Street mixed ditengah naiknya data retail AS

Rabu, 16 Januari 2013 - 09:13 WIB
Wall Street mixed ditengah...
Wall Street mixed ditengah naiknya data retail AS
A A A
Sindonews.com - Pasar saham di Bursa Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat ditutup mixed menyusul naiknya data retail di Amerika Serikat (AS) diatas perkiraan.

Saham retail menguat setelah laporan dari pemerintah menunjukkan bahwa penjualan retail pada Desember tahun lalu naik lebih tinggi daripada yang diperkirakan. Ini menunjukkan terjadinya pertumbuhan pada kuartal IV tahun lalu. Laporan lainnya menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur di negara bagian New York selama enam bulan sudah dikontrak pada bulan ini.

"Adanya sebuah berita yang lebih baik mengenai penjualan retail diatas perkiraan menegaskan bahwa konsumen akan hidup lebih baik," kata Kepala Strategi Investasi Janney Montgomery Scott di Philadelphia, Mark Luschini seperti dilansir Reuters, Rabu (16/1/2013).

Naiknya data retail AS mendorong naiknya Indeks Dow Jones pada level tertinggi, meski masih terseret saham Apple yang terkoreksi pada hari ketiganya. Saham Apple (AAPL.O) merupakan saham dengan bobot kedua terbesar yang mendorong penurunan di Indeks S&P 500 dan Nasdaq setelah pada Senin waktu setempat menyatakan akan memangkas pemasanan spare parts-nya untuk iPhone.

Saham Apple terkoreksi dalam sebesar 3,2 persen di bawah USD500 atau menjadi USD485,92 per saham untuk pertama kalinya sejak Februari 2011. Saham Apple telah terkoreksi sekitar 7 persen dalam tiga sesi terakhir dan anjlok 8,7 persen sejak awal tahun.

Pada perdagangan waktu setempat, The Dow Jones industrial average naik 27,57 poin atau 0,20 persen ke level 13,534.89, Indeks The Standard & Poor 500 naik 1,66 poin atau 0,11 persen ke level 1,472.34. Sedangkan, Indeks Nasdaq turun 6,72 poin atau 0,22 persen menjadi 3,110.78.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
28 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
44 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved