Tiga obligasi FIFA dapat peringkat idAA+
Jum'at, 18 Januari 2013 - 16:37 WIB
Tiga obligasi FIFA dapat peringkat idAA+
A
A
A
Sindonews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan kembali peringkat idAA+ untuk tiga obligasi PT Federal International Finance (FIFA).
Adapun ketiga obligasi FIFA yang mendapat peringkat idAA+, yakni Obligasi Berkelanjutan I/2012 Tahap I seri A senilai Rp998 miliar yang akan jatuh tempo pada 25 April 2013, Obligasi XI/2011 Seri B senilai Rp480 miliar yang jatuh tempo pada 26 April 2013 dan Obligasi X/2010 Seri C sebesar Rp400 miliar yang jatuh tempo pada 29 April tahun ini.
Menurut analis Pefindo Dyah Rini, peringkat tersebut diberikan kembali untuk tiga obligasi FIFA lantaran melihat kesiapan perusahaan untuk melunasi obligasi itu. "Kesiapan perusahaan didukung oleh dana kas dan setara kas yang pada akhir November 2012 berjumlah Rp622 miliar," kata dia dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sindonews, Jumat (18/1/2013).
Selain itu, juga didukung rata-rata penerimaan atas piutang pembiayaan konsumen perseroan sebesar Rp2 triliun per bulan. FIFA, Dyah menambahkan, juga masih memiliki fasilitas kredit yang belum digunakan dari sejumlah bank mencapai Rp2,5 triliun per November 2012.
FIFA merupakan perusahaan pembiayaan dengan fokus pada pembiayaan produk sepeda motor Honda. Adapun kepemilikan saham perusahaan, sebanyak 99 persen dimiliki PT Asta International Tbk (ASII) dan sisanya 1 persen dikuasai PT Arya Kharisma.
Adapun ketiga obligasi FIFA yang mendapat peringkat idAA+, yakni Obligasi Berkelanjutan I/2012 Tahap I seri A senilai Rp998 miliar yang akan jatuh tempo pada 25 April 2013, Obligasi XI/2011 Seri B senilai Rp480 miliar yang jatuh tempo pada 26 April 2013 dan Obligasi X/2010 Seri C sebesar Rp400 miliar yang jatuh tempo pada 29 April tahun ini.
Menurut analis Pefindo Dyah Rini, peringkat tersebut diberikan kembali untuk tiga obligasi FIFA lantaran melihat kesiapan perusahaan untuk melunasi obligasi itu. "Kesiapan perusahaan didukung oleh dana kas dan setara kas yang pada akhir November 2012 berjumlah Rp622 miliar," kata dia dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sindonews, Jumat (18/1/2013).
Selain itu, juga didukung rata-rata penerimaan atas piutang pembiayaan konsumen perseroan sebesar Rp2 triliun per bulan. FIFA, Dyah menambahkan, juga masih memiliki fasilitas kredit yang belum digunakan dari sejumlah bank mencapai Rp2,5 triliun per November 2012.
FIFA merupakan perusahaan pembiayaan dengan fokus pada pembiayaan produk sepeda motor Honda. Adapun kepemilikan saham perusahaan, sebanyak 99 persen dimiliki PT Asta International Tbk (ASII) dan sisanya 1 persen dikuasai PT Arya Kharisma.
(rna)
Lihat Juga :