Legalisasi ditolak, Proqua gagal masuk pasar

Minggu, 20 Januari 2013 - 16:19 WIB
Legalisasi ditolak,...
Legalisasi ditolak, Proqua gagal masuk pasar
A A A
Sindonews.com - Keinginan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kulonprogo, DI Yogyakarta agar air kemasan produksi mereka, Proqua, bisa masuk pasar pada awal 2013 gagal terwujud.

Proqua tidak mendapat legalisasi setelah ditolak Kementerian Hukuman dan HAM. Kegagalan ini merupakan yang kedua setelah merek sebelumnya, SEHAT, juga ditolak.

Direktur Utama PDAM Kulonprogo, Jumantoro mengatakan, pihaknya sudah mendapat kepastian ditolaknya merek Proqua. Penolakan itu, sudah disampaikan kepada bupati. PDAM kembali mengajukan merek baru untuk air kemasan produksinya yakni KU, singkatan dari Kulonprogo.

“Jadi begitu kita mendapat kepastian proqua ditolak karena ada kesamaan, langsung kita sampaikan ke bupati. Beliau menyarankan agar namanya menggunakan air KU atau Kulonprogo saja. Maka nama ini yang kemudian kami usulkan. Kami optimis kali ini bisa lolos,” kata Jumantoro, Minggu (20/1/2013).

Menurut dia, secara normatif mengurus perizinan merek membutuhkan waktu 14 bulan. Namun, dia yakin untuk merek KU tidak akan terlalu lama karena PDAM sudah mendaftarkan sejak Juni 2011. Sehingga, PDAM tinggal mengusulkan perubahan merek karena adanya penolakan.

Pihaknya menjelaskan, kendati merek yang akan digunakan ditolak, namun produksi air mineral untuk kebutuhan internal tetap berlangsung. Kapasitas produksi air kemasan gelas yang diambil dari sumber mata air Clereng, Pengasih, mencapai 2.400 gelas perjam. Setiap hari, PDAM memproduksi 3-4 jam saja.

"Produksi sesuai standar yang diatur dalam Permenkes nomor 492/2010," ungkapnya.

Setelah merek disetujui dan KU masuk pasar, tambah Jumantoro, volume akan ditambah disesuaikan dengan kebutuhan pasar. PDAM juga akan menyiapkan varian produk lain seperti kemasan botol dan galon. Untuk kebutuhan itu, dibutuhkan investasi hingga Rp500 juta.

“Sekarang untuk produksi kemasan gelas kami investasi Rp175 juta saja termasuk perbaikan gedung. Kalau sudah go market, investasi untuk meningkatkan volume produksi sekitar Rp500 juta. Tidak sampai angka miliar,” ujar Jumantoro.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Atasi Kebocoran Pipa,...
Atasi Kebocoran Pipa, Perumda Tirtawening Gandeng Perusahaan Asal Korea
Bekasi Perluas Jaringan...
Bekasi Perluas Jaringan Perpipaan demi Tingkatkan Jumlah Pelanggan
Warga Tarakan Kini Bisa...
Warga Tarakan Kini Bisa Bayar Tagihan Air Minum Pakai e-Channel
Waduh Gawat! Suplay...
Waduh Gawat! Suplay Air PDAM Tirtanadi 2 Hari Terhenti, Warga Mengeluh
PAM JAYA Tutup Pit Galian...
PAM JAYA Tutup Pit Galian Jatiwaringin-Hek Kramat Jati, Arus Lalu lintas Berangsur Normal
Separuh PDAM Berstatus...
Separuh PDAM Berstatus Sakit, Wapres Akui Pembiayaan Infrastruktur Air Minum Layak Belum Mencukupi
Berita Terkini
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
16 menit yang lalu
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
34 menit yang lalu
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
52 menit yang lalu
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
1 jam yang lalu
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
1 jam yang lalu
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
2 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved