Unilever bukukan kenaikan laba bersih 5%

Rabu, 23 Januari 2013 - 17:42 WIB
Unilever bukukan kenaikan...
Unilever bukukan kenaikan laba bersih 5%
A A A
Sindonews.com - Perusahaan Makanan dan kosmetik terbesar di dunia, Unilever melaporkan kenaikan laba bersih 5% menjadi 4,48 miliar euro pada 2012, dengan total omzet 50 miliar euro untuk pertama kali.

Sementara penjualan Unilever secara global tercatat sebesar 51,3 miliar euro, naik 10,5 persen. Perusahaan mengatakan hasil ini merupakan langkah penting menuju target penjualan 80 miliar euro.

"Tidak ada ruang untuk berpuas diri. Pasar masih menantang dengan persaingan ketat dan biaya komoditas sangat fluktuatif," kata Kepala Eksekutif Unilever, Paul Polman seperti dilansir Expatica, Rabu (23/1/2013).

Polman menjelaskan, pihaknya tetap akan fokus pada pencapaian pertumbuhan volume yang menguntungkan. Pada kuartal keempat penjualan Unilever naik 7,8 persen, lebih tinggi dari perkiraan para analis sebesar 6,3 persen.

Underlying pertumbuhan penjualan di pasar negara berkembang 11,4 persen, mewakili 55,0 persen dari omzet global multinasional.

"Emerging markets memberikan kontribusi pertumbuhan dua digit membantu kami melebihi omzet 50 miliar euro, merupakan tonggak penting perjalanan perusahaan untuk melipatgandakan omzet Unilever dari 40 miliar euro menjadi 80 miliar euro," ujar Polman menjelaskan.

Perusahaan melihat pertumbuhan terkuat berada di pasar Asia-Afrika. Penjualan naik di angka 10,6 persen. Sementara kenaikan penjualan di Amerika 7,9 persen. Sebaliknya, kinerja penjualan di Eropa "lamban", dengan kenaikan hanya 0,8 persen.

"Sepanjang 2012 kami mengalami dinamika pasar yang sangat berbeda. Pasar di negara berkembang tumbuh baik, tapi pertumbuhan pasar di Eropa sangat rendah," kata Polman.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
10 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
17 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
3 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved