Exxon singkirkan Apple sebagai perusahaan paling berharga
Sabtu, 26 Januari 2013 - 11:01 WIB
Exxon singkirkan Apple sebagai perusahaan paling berharga
A
A
A
Sindonews.com - Apple Inc, akhirnya kalah bersaing dan menyerahkan gelarnya sebagai perusahaan paling berharga kepada perusahaan energi Exxon Mobil Corp, setelah adanya kekhawatiran atas lambatnya pertumbuhan saham yang diraih Apple.
Seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (26/1/2013), posisi teratas yang dikuasai Apple selama 12 bulan pada 2012 berakhir setelah sahamnya merosot 17 persen, lebih buruk dari perusahaan lain untuk ekuitas Amerika Serikat. Penurunan tersebut mengurangi kapitalisasi pasarnya menjadi USD413 miliar, di bawah Exxon Mobil yang mencapai USD418 miliar.
Keadaan tersebut membuat kepercayaan pasar terhadap Apple berkurang, yang dalam 15 tahun telah bertransformasi dari produsen komputer yang hampir bangkrut ke pemimpin teknologi melalui dominasinya di pasar smartphone dan tablet yang membuatnya menjadi perusahaan paling berharga di Amerika Serikat pada 2012.
Pada September tahun lalu, saha Appel turun hingga 37 persen di tengah kekhawatiran biaya pemasangan dan persaingan yang mempengaruhi pertumbuhan.
"Anda memiliki satu perusahaan yang punya harapan cukup tinggi pada masa depan dan Exxon terus naik secara perlahan tapi pasti," kata Jason Cooper, pialang di 1st Source Investment Advisors.
Seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (26/1/2013), posisi teratas yang dikuasai Apple selama 12 bulan pada 2012 berakhir setelah sahamnya merosot 17 persen, lebih buruk dari perusahaan lain untuk ekuitas Amerika Serikat. Penurunan tersebut mengurangi kapitalisasi pasarnya menjadi USD413 miliar, di bawah Exxon Mobil yang mencapai USD418 miliar.
Keadaan tersebut membuat kepercayaan pasar terhadap Apple berkurang, yang dalam 15 tahun telah bertransformasi dari produsen komputer yang hampir bangkrut ke pemimpin teknologi melalui dominasinya di pasar smartphone dan tablet yang membuatnya menjadi perusahaan paling berharga di Amerika Serikat pada 2012.
Pada September tahun lalu, saha Appel turun hingga 37 persen di tengah kekhawatiran biaya pemasangan dan persaingan yang mempengaruhi pertumbuhan.
"Anda memiliki satu perusahaan yang punya harapan cukup tinggi pada masa depan dan Exxon terus naik secara perlahan tapi pasti," kata Jason Cooper, pialang di 1st Source Investment Advisors.
(izz)
Lihat Juga :