AirAsia fokus kembangkan bisnis di Asia
Senin, 28 Januari 2013 - 11:38 WIB
AirAsia fokus kembangkan bisnis di Asia
A
A
A
Sindonews.com - AirAsia Berhad (AirAsia) telah menyelesaikan penetapan perencanaan kegiatan lima tahun ke depan untuk menunjang eksistensi maskapai di wilayah Asia.
“Dalam kurun waktu 10 tahun, Grup AirAsia telah banyak berkembang. Dari hanya menerbangkan dua armada pesawat, kini AirAsia telah menjadi maskapai LCC terbesar di Asia dengan 118 pesawat. AirAsia juga salah satu maskapai dengan keuntungan terbesar di Asia," kata Chief Executive Officer Grup AirAsia, Tony Fernandes dalam rilisnya kepada Sindonews, Jakarta, Senin (28/1/2013).
Pihaknya akan mempertahankan kedisiplinan untuk memaksimalkan pendapatan, modal, sumber daya manusia, jumlah penumpang, dan menekan biaya operasional. Setelah Malaysia menjadi sumber penghasilan terbesar, perhatian manajemen berpindah ke pangsa pasar utama lain yang berada di Thailan dan Indonesia.
Dia memperkirakan, Thailand dan Indonesia memiliki entitas laba yang akan menyaingi Malaysia di masa yang datang. Pihaknya telah memenuhi janji dengan memberikan perhatian utama kepada Thailand, dan Indonesia. Karena, kedua perusahaan afiliasi AirAsia bergantung secara finansial pada neraca sendiri.
“Kami juga tengah fokus mengembangkan AirAsia ke pasar yang lebih luas di Filipina dan Jepang. Terobosan yang baru berjalan ini, masih berada pada tahap awal dan masih berada di posisi yang memiliki potensi pertumbuhan maksimal. Kami telah membentuk tim manajemen yang kuat," ujar Tony.
“Dalam kurun waktu 10 tahun, Grup AirAsia telah banyak berkembang. Dari hanya menerbangkan dua armada pesawat, kini AirAsia telah menjadi maskapai LCC terbesar di Asia dengan 118 pesawat. AirAsia juga salah satu maskapai dengan keuntungan terbesar di Asia," kata Chief Executive Officer Grup AirAsia, Tony Fernandes dalam rilisnya kepada Sindonews, Jakarta, Senin (28/1/2013).
Pihaknya akan mempertahankan kedisiplinan untuk memaksimalkan pendapatan, modal, sumber daya manusia, jumlah penumpang, dan menekan biaya operasional. Setelah Malaysia menjadi sumber penghasilan terbesar, perhatian manajemen berpindah ke pangsa pasar utama lain yang berada di Thailan dan Indonesia.
Dia memperkirakan, Thailand dan Indonesia memiliki entitas laba yang akan menyaingi Malaysia di masa yang datang. Pihaknya telah memenuhi janji dengan memberikan perhatian utama kepada Thailand, dan Indonesia. Karena, kedua perusahaan afiliasi AirAsia bergantung secara finansial pada neraca sendiri.
“Kami juga tengah fokus mengembangkan AirAsia ke pasar yang lebih luas di Filipina dan Jepang. Terobosan yang baru berjalan ini, masih berada pada tahap awal dan masih berada di posisi yang memiliki potensi pertumbuhan maksimal. Kami telah membentuk tim manajemen yang kuat," ujar Tony.
(izz)
Lihat Juga :