Hatta: Kami tidak takut naikkan harga BBM subsidi
Selasa, 29 Januari 2013 - 09:14 WIB
Hatta: Kami tidak takut naikkan harga BBM subsidi
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, pemerintah sama sekali tidak takut untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Sebagai bukti, pemerintah sudah tiga kali menaikkan harga BBM subsidi sejak tahun 2005.
"Kita sebenarnya sudah menaikkan harga (BBM subsidi) tiga kali, 2005 dan 2008, dua kali," ungkap Hatta usai Rapat Kerja Pemerintah di JCC, Jakarta, Senin (28/1/2013) malam.
Bila pembengkakan subsidi BBM telah sampai pada taraf membahayakan keuangan negara, lanjut HAtta, mau tak mau pemerintah harus menaikkan harga BBM subsidi. "Kalau sudah mengarah ke APBN, maka mau tidak mau penyesuaian dilakukan," tambah dia.
Namun, kenaikan harga BBM subsidi merupakan opsi terburuk yang harus ditempuh apabila usaha pengendalian BBM subsidi yang ditempuh menemui jalan buntu. Hatta menjelaskan, pemerintah akan terlebih dulu melakukan berbagai upaya seperti pemberantasan penyelundupan BBM subsidi, pengendalian dengan sistem IT, diversifikasi energi, dan sebagainya.
"Kita coba dulu pengendalian karena 10-20 persen masih akan terjadi kebocoran, seperti pengoplosan, penyelundupan, masuk ke industri pertambangan. Kendalikan dengan IT, dorong efisiensi. ketiga dorong diversifikasi gas," jelasnya.
Menteri yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini yakin pengendalian BBM subsidi yang dilakukan pemerintah bisa berhasil sehingga tidak perlu ada kenaikan harga. Dirinya khawatir daya beli masyarakat akan terpukul apabila harga BBM subsidi naik dan menyebabkan inflasi. "Saya optimis karena harus menjaga daya beli masyarakat dan inflasi," pungkas dia.
"Kita sebenarnya sudah menaikkan harga (BBM subsidi) tiga kali, 2005 dan 2008, dua kali," ungkap Hatta usai Rapat Kerja Pemerintah di JCC, Jakarta, Senin (28/1/2013) malam.
Bila pembengkakan subsidi BBM telah sampai pada taraf membahayakan keuangan negara, lanjut HAtta, mau tak mau pemerintah harus menaikkan harga BBM subsidi. "Kalau sudah mengarah ke APBN, maka mau tidak mau penyesuaian dilakukan," tambah dia.
Namun, kenaikan harga BBM subsidi merupakan opsi terburuk yang harus ditempuh apabila usaha pengendalian BBM subsidi yang ditempuh menemui jalan buntu. Hatta menjelaskan, pemerintah akan terlebih dulu melakukan berbagai upaya seperti pemberantasan penyelundupan BBM subsidi, pengendalian dengan sistem IT, diversifikasi energi, dan sebagainya.
"Kita coba dulu pengendalian karena 10-20 persen masih akan terjadi kebocoran, seperti pengoplosan, penyelundupan, masuk ke industri pertambangan. Kendalikan dengan IT, dorong efisiensi. ketiga dorong diversifikasi gas," jelasnya.
Menteri yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini yakin pengendalian BBM subsidi yang dilakukan pemerintah bisa berhasil sehingga tidak perlu ada kenaikan harga. Dirinya khawatir daya beli masyarakat akan terpukul apabila harga BBM subsidi naik dan menyebabkan inflasi. "Saya optimis karena harus menjaga daya beli masyarakat dan inflasi," pungkas dia.
(rna)
Lihat Juga :