Stok BBM subsidi di perumahan elite akan dikurangi
Selasa, 29 Januari 2013 - 15:27 WIB
Stok BBM subsidi di perumahan elite akan dikurangi
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik berencana mengurangi atau menyetop pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi ke perumahan elite. Tujuannya, agar BBM subsidi tepat sasaran dan kuotanya tidak kembali jebol.
"Dipaksa sedikit lah (membeli BBM non subsidi) dengan tidak ada stok (BBM subsidi) di perumahan elite," ucap Jero usai Sidang DEN ke-9 di Kantornya, Jakarta, Selasa (29/1/2013).
Jero menjelaskan, kebijakan ini jauh lebih mudah dilakukan ketimbang membatasi pembelian BBM subsidi kendaraan pribadi. "Kendaraan pribadi ngaturnya yang sulit. Bikin SK-nya mudah, tapi di lapangan sulit (pengawasannya)," ujarnya.
Seperti diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu), Agus Martowardojo pada awal tahun ini telah memperingatkan Jero Wacik agar benar-benar menjaga kuota BBM subsidi.
Jika kuota BBM subsidi kembali jebol pada tahun ini, Agus memberikan sinyal akan mengambil langkah dengan menaikkan harga BBM subsidi. "Kalau pengelolaan BBM tidak bisa dikelola dengan baik, harus terjadi penyesuaian harga. Kalau semua upaya tidak bisa mengendalikan itu, ya kita sesuaikan," tegasnya beberapa waktu lalu.
Karena itu, Kementerian ESDM perlu menyiapkan langkah-langkah untuk menjaga agar kuota BBM subsidi sebesar 46 juta Kiloliter (KL) tidak sampai jebol. Salah satu langkah yang sudah dilakukan Kementerian ESDM yaitu penerbitan Permen ESDM No 1/2013 tentang pengendalian BBM subsidi.
"Dipaksa sedikit lah (membeli BBM non subsidi) dengan tidak ada stok (BBM subsidi) di perumahan elite," ucap Jero usai Sidang DEN ke-9 di Kantornya, Jakarta, Selasa (29/1/2013).
Jero menjelaskan, kebijakan ini jauh lebih mudah dilakukan ketimbang membatasi pembelian BBM subsidi kendaraan pribadi. "Kendaraan pribadi ngaturnya yang sulit. Bikin SK-nya mudah, tapi di lapangan sulit (pengawasannya)," ujarnya.
Seperti diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu), Agus Martowardojo pada awal tahun ini telah memperingatkan Jero Wacik agar benar-benar menjaga kuota BBM subsidi.
Jika kuota BBM subsidi kembali jebol pada tahun ini, Agus memberikan sinyal akan mengambil langkah dengan menaikkan harga BBM subsidi. "Kalau pengelolaan BBM tidak bisa dikelola dengan baik, harus terjadi penyesuaian harga. Kalau semua upaya tidak bisa mengendalikan itu, ya kita sesuaikan," tegasnya beberapa waktu lalu.
Karena itu, Kementerian ESDM perlu menyiapkan langkah-langkah untuk menjaga agar kuota BBM subsidi sebesar 46 juta Kiloliter (KL) tidak sampai jebol. Salah satu langkah yang sudah dilakukan Kementerian ESDM yaitu penerbitan Permen ESDM No 1/2013 tentang pengendalian BBM subsidi.
(izz)
Lihat Juga :