Hatta: Mayoritas sasaran RPJMN 2009-2014 tercapai

Selasa, 29 Januari 2013 - 20:17 WIB
Hatta: Mayoritas sasaran...
Hatta: Mayoritas sasaran RPJMN 2009-2014 tercapai
A A A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengklaim sasaran-sasaran yang termaktub di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2009-2014 mayoritas tercapai.

Dia menjelaskan, salah satu indikator sasaran dalam RPJMN tersebut adalah pengangguran. Hatta mengatakan, sejauh ini angka pengangguran sudah melebihi sasaran RPJMN.

"Sekarang kita sudah di bawah angka 6 persen. Bahkan di sana (RPJMN), sekitar 7 persen batas bawahnya," ujar Hatta seusai rapat terbatas kabinet bidang perekonomian di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2013).

Selain itu, lanjut Hatta, indikator kesejahteraan juga mencapai sasaran. "Kalau kesejahteraan, sekarang ini 3.850, yang di tahun 2012 seharusnya di dalam sasaran kita jauh di bawah itu. Bahkan 2013 pun masih 2.400. Kita sudah mencapai jauh," katanya.

Bahkan, Hatta mengklaim angka kemiskinan di Indonesia masih on the track. "Kemiskinan juga masih on the track, walaupun kita harus bekerja keras karena tendensi dari penurunan kemiskinan itu sedikit melandai," tuturnya.

Menurut Hatta, kerja keras pemerintah yang paling utama adalah menurunkan rasio atau gap yang sedikit meningkat. Maka dari itu, Hatta menekankan bahwa upaya-upaya yang harus dilakukan pada 2013-2014 adalah bagaimana angka kemiskinan dapat terus ditekan, dan kesejahteraan yang berkeadilan dapat lebih ditingkatkan lagi.

"Untuk itu seluruh program yang terkait dengan APBN kita harus tepat sasaran pada belanja-belanja modal, terutama pada infrastruktur-infrastruktur pedesaan yang memungkinkan masyarakat di desa itu meningkat kegiatan ekonominya," ujar Hatta.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan usai Bos BI Mundur, Begini Arahannya
16 menit yang lalu
BPDP dan RPN Dorong...
BPDP dan RPN Dorong UMKM Jadi Penggerak Hilirisasi Pangan Berbasis Sawit
51 menit yang lalu
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
57 menit yang lalu
Rights Issue, cashUP...
Rights Issue, cashUP Siapkan Modal Baru untuk Perluasan Ekosistem Merchant
1 jam yang lalu
PLN EPI Dorong Standardisasi...
PLN EPI Dorong Standardisasi Biomassa, Efisiensi Rantai Pasok Jadi Penentu
1 jam yang lalu
Pengusaha Minta Transisi...
Pengusaha Minta Transisi Gubernur BI Berjalan Transparan dan Kredibel
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved