SBY minta menteri susun anggaran yang tepat

Selasa, 29 Januari 2013 - 21:53 WIB
SBY minta menteri susun...
SBY minta menteri susun anggaran yang tepat
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar rapat terbatas (Ratas) kabinet bidang perekonomian membahas tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) untuk tahun 2014. Ini merupakan RKP terakhir pada masa bakti KIB II.

"RKP 2014 dan kemudian nanti APBN 2014 adalah dokumen yang penting dan menentukan, karena harapan kita di tahun depan inilah kita bisa melakukan yang terbaik. Katakanlah untuk menuntaskan tugas kita pada kurun waktu 5 tahun ini setelah kita mendapatkan amanah dan mandat dari rakyat untuk menjalankan roda pemerintahan sesuai pemilu 2009 yang lalu," ujar Presiden SBY di Kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2013).

Dalam kesempatan itu, SBY menekankan dua tugas penting untuk tahun 2013, yakni mengelola APBN 2013 dan mensukseskan rencana kerja 2013 sekaligus mempersiapkan rencana untuk tahun 2014.

SBY berharap Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Kepala Bappenas Armida Alisjahbana dan semua menteri dapat mempersiapkannya dengan baik dalam menentukan prioritas.

"Jadikan pengalaman selama ini, dalam penyusunan RKP dan APBN yang setelah kita evaluasi ada sebagian yang kurang tepat, baik tepat sasaran ataupun jumlah anggaran itu. Pastikan semuanya dengan benar," tuturnya.

Menurutnya, perkembangan dunia dan situasi dalam negeri saat ini amat dinamis. Oleh karena itu, kata dia, perencanaan juga harus tepat dan benar. "Asumsi atau peranggapan juga harus benar," imbuhnya.

Dengan demikian bila ada perkembangan dan dinamika sepanjang tahun, dan bisa saja menyangkut APBN, ada perubahan atau adjustment. "Tetapi bagaimanapun rencana yang kita susun harus mempertimbangkan semua aspek yang mungkin akan sangat menentukan keberhasilan kita tahun depan," kata SBY.

Selain itu, SBY juga mengungkapkan bahwa masukan yang didapat dari Komite Ekonomi Nasional (KEN) sangat bermanfaat, dan termasuk prioritas yang tidak dapat diindahkan. Presiden berharap rencana kerja akan realistik, tepat, dan yang penting dapat dicapai.

"Rencana yang bagus adalah rencana sederhana. Yang penting bisa dilaksanakan dan mencapai tujuan dan sasaran yang kita rencanakan," ungkapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
27 menit yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
38 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved