Shell laporkan penurunan laba bersih 14 persen

Kamis, 31 Januari 2013 - 15:47 WIB
Shell laporkan penurunan...
Shell laporkan penurunan laba bersih 14 persen
A A A
Sindonews.com - Raksasa energi Inggris, Royal Dutch Shell melaporkan penurunan laba bersih sebesar 14 persen pada 2012.

Dilansir The New Age, Kamis (31/1/2013), dalam laporan tahunan, Shell mengungkapkan, laba setelah pajak turun menjadi USD26,59 miliar dibandingkan 2011, sebesar USD30,92 miliar.

Namun, laba bersih naik 3,0 persen menjadi USD6,7 miliar dalam tiga bulan hingga Desember, dari USD6,5 miliar. Produksi meningkat sebesar 3,0 persen menjadi 3,41 juta barel setara minyak per hari pada periode yang sama.

Catatan lebih optimis, Shell menyebutkan keuntungan bersih disesuaikan dengan pengupasan keuntungan atau kerugian dari fluktuasi nilai persediaan, melonjak 13 persen menjadi USD7,29 miliar pada kuartal keempat. Total pendapatan naik sebesar 2,0 persen menjadi USD118,05 miliar pada periode yang sama.

"Shell berada di trek rencana kami pada awal 2012, meskipun terjadi headwinds tahun lalu. Shell akan terus mengendalikan strategi dengan mengembangkan bisnis hulu, dengan investasi selektif di hilir," ujar Kepala Eksekutif Shell, Peter Voser.

Perusahaan mengharapkan anggaran USD33 miliar untuk investasi modal bersih tahun ini, dengan proyek-proyek baru berbaris di Nigeria, Kazakhstan, Irak dan Arktik.

"Meskipun prospek ekonomi masih belum jelas untuk beberapa pasar utama Shell, prospek jangka panjang, pertumbuhan permintaan energi global tidak akan berubah, didorong meningkatnya populasi dunia dan standar hidup di negara berkembang," kata Voser.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pentingnya Budaya Perusahaan...
Pentingnya Budaya Perusahaan Berkelanjutan di Era Kompetisi Global
Implementasi Pajak Minimum...
Implementasi Pajak Minimum Global di Indonesia: Mekanisme dan Strateginya
10 Perusahaan Tambang...
10 Perusahaan Tambang Raksasa Penggerak Industri Global dengan Pendapatan Rp9.800 Triliun
5 Perusahaan Multinasional...
5 Perusahaan Multinasional Bergengsi Rekomendasi untuk Fresh Graduate
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Pertamina Torehkan Nama...
Pertamina Torehkan Nama di Daftar Fortune Global 500 Tahun 2021
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
6 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved