Komisi perdagangan AS denda Path USD800 ribu

Sabtu, 02 Februari 2013 - 13:56 WIB
Komisi perdagangan AS...
Komisi perdagangan AS denda Path USD800 ribu
A A A
Sindonews.com - Perusahaan aplikasi jaringan sosial, Path didenda pemerintah Amerika Serikat (AS) sebesar USD800 ribu atas gugatan mengumpulkan informasi pribadi secara ilegal lewat perangkat telepon genggam, tanpa sepengetahuan atau persetujuan pengguna.

Dilansir Los Angeles Times, Sabtu (2/2/2013) WIB, Komisi Perdagangan Federal (Federal Trade Commission/FTC) Amerika mengatakan, perusahaan asal San Fransisco itu telah menipu pelanggan, termasuk ribuan anak usia di bawah 13 tahun, dengan mengumpulkan nama, alamat, nomor telepon dan email dari ponsel.

Ketua FTC, Jon Leibowitz menyatakan, lembaganya telah mengeluarkan rekomendasi baru untuk memastikan perusahaan-perusahaan dalam pasar telepon genggam memberi informasi sejelas-jelasnya kepada konsumen tentang praktik pendataan.

"Ini penyelesaian, tidak peduli dengan teknologi baru. Lembaga akan terus menjaga privasi orang Amerika," tegas Leibowitz.

Menanggapi denda tersebut, Chief Executive Path, Dave Morin menyampaikan permintaan maaf telah meng-upload buku alamat iPhone ke server Path. Mereka juga telah membatalkan semua akun pengguna berusia di bawah 13 tahun.

"Kami percaya Anda harus memiliki kontrol ketika datang berbagi informasi pribadi Anda. Kami telah menghapus seluruh koleksi pengguna informasi kontak dari server kami. Kepercayaan Anda penting bagi kami, dan kami ingin Anda benar-benar mengendalikan informasi pada Path," ujar Morin.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
17 menit yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
44 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi Pertalite 19 SPBU di Bogor
1 jam yang lalu
Rombak Aturan, Purbaya...
Rombak Aturan, Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata hingga Anjing Pelacak
1 jam yang lalu
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
2 jam yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved