IHSG diprediksi cenderung sideways
Jum'at, 08 Februari 2013 - 08:02 WIB
IHSG diprediksi cenderung sideways
A
A
A
Sindonews.com - Ditengah berbagai sentimen yang ada, indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi masih mampu bertahan dengan kecenderungan sideways.
"Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak sideways dengan kisaran support-resistance 4.482-4.518," terang analis PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Jumat (8/2/2013).
Kemarin IHSG bergerak flat sebelum menguat tipis ditengah sebagian bursa regional Asia yang melemah. Investor juga masih menanti hasil dari pertemuan ECB.
Selain itu, kondisi politik yang tidak stabil di Italia dan Spanyol juga membayangi gerak bursa regional. "Harga komoditas di pasar internasional terpantau juga melemah kemarin," tambah Purwoko.
India, yang merupakan salah satu kekuatan ekonomi baru dunia, memproyeksikan pertumbuhan akan melambat pada tahun ini. Seperti diketahui, India juga merupakan salah satu pasar tujuan ekspor komoditas yang penting di dunia.
"Meski hanya menguat tipis pada perdagangan kemarin, akan tetapi IHSG berhasil ditutup diatas level 4.500, setelah beberapa kali gagal ditutup diatas level 4.500," tutur dia.
"Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak sideways dengan kisaran support-resistance 4.482-4.518," terang analis PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Jumat (8/2/2013).
Kemarin IHSG bergerak flat sebelum menguat tipis ditengah sebagian bursa regional Asia yang melemah. Investor juga masih menanti hasil dari pertemuan ECB.
Selain itu, kondisi politik yang tidak stabil di Italia dan Spanyol juga membayangi gerak bursa regional. "Harga komoditas di pasar internasional terpantau juga melemah kemarin," tambah Purwoko.
India, yang merupakan salah satu kekuatan ekonomi baru dunia, memproyeksikan pertumbuhan akan melambat pada tahun ini. Seperti diketahui, India juga merupakan salah satu pasar tujuan ekspor komoditas yang penting di dunia.
"Meski hanya menguat tipis pada perdagangan kemarin, akan tetapi IHSG berhasil ditutup diatas level 4.500, setelah beberapa kali gagal ditutup diatas level 4.500," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :