Alami tekanan jual, IHSG minus 3,7 poin
Jum'at, 08 Februari 2013 - 11:58 WIB
Alami tekanan jual, IHSG minus 3,7 poin
A
A
A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I akhir pekan ini ditutup terkoreksi akibat tekanan jual asing yang terjadi di pasar. IHSG ditutup berkurang 3,69 poin 0,08 persen ke level 4.499,46.
Sementara pada perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 10,122 atau 0,22 persen ke level 4.513,270. Posisi tersebut melanjutkan penguatan yang terjadi pada hari sebelumnya, yang berhasil mencetak rekor baru di level 4.503,15.
Sementara indeks di kawasan Asia cenderung positif. Indeks Komposit Shanghai naik 8,29 poin atau 0,34 persen ke level 2.426,82; Indeks Straits Times positif 8,56 poin atau 0,26 persen ke level 3.270,33; Indeks Hang Seng bertambah 25,63 poin atau 0,11 persen ke level 23.202,63 dan Indeks Nikkei 225 anjlok 155,41 poin atau 1,37 persen ke level 11.201,41.
Tercatat sebanyak 96 saham naik, 132 saham turun dan 113 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,21 triliun dengan volume perdagangan 6,37 miliar saham. IHSG mengalami tekanan jual, dengan transaksi jual asing mencapai Rp1,63 triliun.
Sektor penggerak IHSG yang bergerak positif, yakni aneka industri, manufaktur, infrastruktur. Sedangkan sisanya menurun, seperti sektor agri, tambang, konsumer, perdagangan, keuangan, industri dasar dan properti.
Adapun saham-saham yang menguat (top gainers), antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp350 ke Rp40.750, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp200 menjadi Rp19.150, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik Rp50 ke Rp9.700.
Sementara saham-saham yang melemah (top losers), antara lain Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp250 ke Rp50.150, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp50 ke Rp10.000 dan PT Astra Agro Lestari Tbk turun Rp50 ke Rp18.850.
Sementara pada perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 10,122 atau 0,22 persen ke level 4.513,270. Posisi tersebut melanjutkan penguatan yang terjadi pada hari sebelumnya, yang berhasil mencetak rekor baru di level 4.503,15.
Sementara indeks di kawasan Asia cenderung positif. Indeks Komposit Shanghai naik 8,29 poin atau 0,34 persen ke level 2.426,82; Indeks Straits Times positif 8,56 poin atau 0,26 persen ke level 3.270,33; Indeks Hang Seng bertambah 25,63 poin atau 0,11 persen ke level 23.202,63 dan Indeks Nikkei 225 anjlok 155,41 poin atau 1,37 persen ke level 11.201,41.
Tercatat sebanyak 96 saham naik, 132 saham turun dan 113 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,21 triliun dengan volume perdagangan 6,37 miliar saham. IHSG mengalami tekanan jual, dengan transaksi jual asing mencapai Rp1,63 triliun.
Sektor penggerak IHSG yang bergerak positif, yakni aneka industri, manufaktur, infrastruktur. Sedangkan sisanya menurun, seperti sektor agri, tambang, konsumer, perdagangan, keuangan, industri dasar dan properti.
Adapun saham-saham yang menguat (top gainers), antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp350 ke Rp40.750, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp200 menjadi Rp19.150, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik Rp50 ke Rp9.700.
Sementara saham-saham yang melemah (top losers), antara lain Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp250 ke Rp50.150, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp50 ke Rp10.000 dan PT Astra Agro Lestari Tbk turun Rp50 ke Rp18.850.
(rna)
Lihat Juga :