Pemerintah dinilai gagal jaga harga daging
Jum'at, 08 Februari 2013 - 16:47 WIB
Pemerintah dinilai gagal jaga harga daging
A
A
A
Sindonews.com - Pasca Lebaran 2012, harga daging sapi terus merangkak naik dari Rp60 ribu per kilogram (kg) dan puncaknya hingga pekan ini mencapai lebih dari Rp90 ribu per kg. Hal ini terjadi dikarenakan pemerintah kurang mampu menjaga ketersediaan daging sapi atas permintaan masyarakat.
"Melambungnya harga daging sapi disebabkan tidak seimbangnya antara suplai dan permintaan daging sapi. Hal ini terjadi karena ada asumsi yang tidak akurat terhadap prediksi potensi produksi daging sapi dalam negeri sehingga over estimate atau terlalu rendahnya kuota impor atau bahkan kedua asumsi tersebut tidak akurat," ujar Dekan Fakultas Peternakan UGM, Ali Agus, Jumat (8/2/2013).
Menurutnya, kenyataan tersebut terbukti karena mencari sapi lokal tidak mudah bahkan tidak ada stok yang siap untuk dipotong dan harganya tinggi. Pemerintah menurutnya telah gagal dalam berperan menjaga dan mengatur keseimbangan suplai dan demand daging sapi. Harga saat ini merupakan harga tertinggi di dunia karena harga rata-rata daging sapi harusnya berkisar Rp38 ribu sampai Rp72 ribu per kg.
"Selain itu, mayoritas ternak sapi dipelihara oleh para peternak rakyat dengan modus usaha sambilan. Sehingga sapi dijual ketika peternak membutuhkan uang. Jika mereka tidak membutuhkan uang, sapi tidak akan dijual. Fakta ini dapat dilihat di pasar-pasar hewan yang relatif sepi pada awal musim tanam dan melimpah pada kurun waktu tahun ajaran baru saat anak masuk sekolah," jelas dia.
"Melambungnya harga daging sapi disebabkan tidak seimbangnya antara suplai dan permintaan daging sapi. Hal ini terjadi karena ada asumsi yang tidak akurat terhadap prediksi potensi produksi daging sapi dalam negeri sehingga over estimate atau terlalu rendahnya kuota impor atau bahkan kedua asumsi tersebut tidak akurat," ujar Dekan Fakultas Peternakan UGM, Ali Agus, Jumat (8/2/2013).
Menurutnya, kenyataan tersebut terbukti karena mencari sapi lokal tidak mudah bahkan tidak ada stok yang siap untuk dipotong dan harganya tinggi. Pemerintah menurutnya telah gagal dalam berperan menjaga dan mengatur keseimbangan suplai dan demand daging sapi. Harga saat ini merupakan harga tertinggi di dunia karena harga rata-rata daging sapi harusnya berkisar Rp38 ribu sampai Rp72 ribu per kg.
"Selain itu, mayoritas ternak sapi dipelihara oleh para peternak rakyat dengan modus usaha sambilan. Sehingga sapi dijual ketika peternak membutuhkan uang. Jika mereka tidak membutuhkan uang, sapi tidak akan dijual. Fakta ini dapat dilihat di pasar-pasar hewan yang relatif sepi pada awal musim tanam dan melimpah pada kurun waktu tahun ajaran baru saat anak masuk sekolah," jelas dia.
(izz)
Lihat Juga :