Rudi Rubiandini rombak jajaran pimpinan SKK Migas

Jum'at, 08 Februari 2013 - 16:53 WIB
Rudi Rubiandini rombak...
Rudi Rubiandini rombak jajaran pimpinan SKK Migas
A A A
Sindonews.com - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini melantik jajaran pimpinan dan sejumlah pejabat di struktural organisasi. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dalam mengejar target produksi minyak dan gas bumi (migas) yang ditetapkan pemerintah.

Pimpinan SKK Migas yang dilantik hari ini adalah Wakil Kepala SKK Migas Johanes Widjonarko, Deputi Pengendalian Perencanaan Aussie B. Gautama, Deputi Pengendalian Operasi Muliawan, Deputi Pengendalian Keuangan Akhmad Syakhroza, Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis Gerhard Marteen Rumesser, Deputi Pengendalian Komersial Widhyawan Prawiraatmadja, Sekretaris Gde Pradnyana dan Pengawas Internal Priyo Widodo.

Selain pimpinan, pejabat SKK Migas yang dilantik adalah lima tenaga ahli dan 49 kepala divisi/setingkat.

“Seluruh personil pada organisasi SKK Migas, baik di jajaran pimpinan maupun pejabat di bawahnya, berasal dari dalam SKK Migas sendiri, karena para pejabat ini lah yang paling mengetahui nyawa dan nafas organisasi. Saya juga melakukan rotasi pada sebagian dari saudara karena saya juga ingin lebih mendekatkan saudara pada keahlian yang saudara miliki. Dengan kata lain, saya berusaha menerapkan orang pada posisi yang tepat,” tutur Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dalam acara pelantikan di Kantor SKK Migas, Jumat (8/2/2012).

Rudi menegaskan, tugas di masa depan tidak mudah. Pasalnya, SKK Migas memiliki target jangka pendek, menengah dan panjang yang harus diselesaikan. Target jangka pendek adalah berusaha mencapai target produksi 2013 dan 2014. Sesuai arahan pemerintah, pada 2014 produksi minyak harus menyentuh angka 1 juta barel.

Sementara pencapaian target jangka menengah adalah pencapaian target produksi minyak tahun 2015, yang rata-rata harus mencapai 1 juta barel. Dalam perhitungan teknis, pencapaian target ini dimungkinkan terlaksana apabila berhasil meningkatkan kegiatan Enhanced Oil Recovery (EOR) dan mengawal proyek-proyek dapat dilaksanakan tepat waktu.

Sementara target jangka panjang, SKK Migas dituntut untuk meningkatkan cadangan, utamanya cadangan minyak yang selama beberapa tahun belakangan ini mulai menurun. Upaya ini akan dillakukan SKK Migas untuk mendukung ketersediaan energi di masa yang akan datang.

“Untuk mencapai target tersebut, saudara sekalian dituntut membuat terobosan teknis dan manajemen. Saudara harus berani menyusun rule of tumb agar proses persetujuan Kontraktor KKS dapat berjalan dengan cepat namun tetap efektif, sehingga saudara memiliki waktu yang lebih banyak untuk melakukan pembenahan dan peningkatan pengawasan, tidak terjebak pada beban pekerjaan yang ada di meja saudara,” papar Rudi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
Investor Hulu Migas...
Investor Hulu Migas Asal Kanada Hengkang dari RI, Ini Alasannya
SKK Migas Dorong Peningkatan...
SKK Migas Dorong Peningkatan Efek Berganda Hulu Migas Bagi Ekonomi Daerah
Reformasi Perizinan...
Reformasi Perizinan dan Efisiensi Rantai Suplai Jadi Fokus SKK Migas di 2026
SKK Migas dan Sucofindo...
SKK Migas dan Sucofindo Perkuat TKDN Pompa Industri Lokal
Terungkap! Cadangan...
Terungkap! Cadangan Migas RI Naik Jadi 131,2 Juta Barel
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
3 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
3 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
3 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
3 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
4 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved