Exxon belum sodorkan bos baru ke SKK Migas
Jum'at, 08 Februari 2013 - 17:56 WIB
Exxon belum sodorkan bos baru ke SKK Migas
A
A
A
Sindonews.com - Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan, ExxonMobile Oil Indonesia belum mengajukan calon presiden direktur baru untuk menggantikan Richard J Owen yang masa kerjanya tidak diperpanjang tahun ini.
"Kami belum mendapatkan rekomendasi bos baru Exxon," ujar Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini usai pelantikan jajaran pimpinan SKK Migas, di City Plaza, Jakarta, Jumat (8/2/2013).
Mantan Wakil Menteri ESDM ini menegaskan, saat ini pihaknya sedang fokus melakukan pembenahan di tubuh lembaga pengganti BP Migas tersebut. Sehingga belum sempat memikirkan urusan eksternal Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
"Kami masih fokus ke internal dulu. Pembenahan di dalam, setelah itu baru fokus ke para KKKS," kata dia.
Sebelumnya, SKK Migas menyatakan telah memberhentikan Presiden Direktur ExxonMobil Oil Indonesia Richard J Owen, karena penjualan Blok B Arun yang dibatalkan oleh perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.
"Iya itu diganti, ada kaitannya dengan rilisnya Arun enggak jadi. Kemarin kan Exxon bilang mau jual aset Arun Blok B, tetapi setelah banyak perusahaan domestik nasional yang mau, dibatalkan lepas asetnya. Exxon ingin operasikan sendiri. Jadinya pemerintah mempertanyakan bagaimana komitmen Exxon, kok kayak begini," ujar Kepala Divisi Humas SKK Migas Hadi Prasetyo, belum lama ini.
"Kami belum mendapatkan rekomendasi bos baru Exxon," ujar Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini usai pelantikan jajaran pimpinan SKK Migas, di City Plaza, Jakarta, Jumat (8/2/2013).
Mantan Wakil Menteri ESDM ini menegaskan, saat ini pihaknya sedang fokus melakukan pembenahan di tubuh lembaga pengganti BP Migas tersebut. Sehingga belum sempat memikirkan urusan eksternal Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
"Kami masih fokus ke internal dulu. Pembenahan di dalam, setelah itu baru fokus ke para KKKS," kata dia.
Sebelumnya, SKK Migas menyatakan telah memberhentikan Presiden Direktur ExxonMobil Oil Indonesia Richard J Owen, karena penjualan Blok B Arun yang dibatalkan oleh perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.
"Iya itu diganti, ada kaitannya dengan rilisnya Arun enggak jadi. Kemarin kan Exxon bilang mau jual aset Arun Blok B, tetapi setelah banyak perusahaan domestik nasional yang mau, dibatalkan lepas asetnya. Exxon ingin operasikan sendiri. Jadinya pemerintah mempertanyakan bagaimana komitmen Exxon, kok kayak begini," ujar Kepala Divisi Humas SKK Migas Hadi Prasetyo, belum lama ini.
(izz)
Lihat Juga :