Ini 6 langkah tingkatkan perikanan versi Kadin
Jum'at, 08 Februari 2013 - 19:42 WIB
Ini 6 langkah tingkatkan perikanan versi Kadin
A
A
A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan pemerintah bersama kalangan dunia usaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi perikanan.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto menjelaskan, langkah pertama, memastikan seluruh program infrastruktur pemerintah yang terkait dengan sektor perikanan dan kelautan segera diwujudkan. Misalnya, penyediaan akses dari dan ke pelabuhan ikan di seluruh Indonesia secara memadai. Mengingat akses tersebut akan dilalui truk-truk dan kontainer bermuatan besar, bagi keperluan pengiriman ikan.
Kedua, lanjut dia, memastikan pasokan ketersediaan sumber energi listrik memadai bagi kebutuhan cold stogare berkapasitas besar. Sehingga kualitas ikan yang ada dalam cold stogare tetap terjamin, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.
"Pemerintah harus menjamin ketersediaan listrik dari PT PLN bagi kebutuhan cold storage yang ada di seluruh Indonesia. Termasuk meningkatkan sistem pengamanan pasokan listrik," katanya dalam keterangan tertulis kepada Sindonews, Jumat (8/2/2013).
Ketiga, papar Yugi, meningkatkan teknologi yang dibutuhkan bagi penyimpanan dan pengolahan ikan di dalam negeri. Pengembangan teknologi canggih, mutlak diperlukan untuk menjaga kualitas ikan tetap baik, termasuk produk-produk pengalengan ikan domestik.
"Keempat, khusus pada kondisi banjir seperti saat ini, kadin meminta semua pihak, baik pemerintah maupun stakeholders bergegas membenahi berbagai kerusakan yang terjadi akibat banjir," imbuh Yugi.
Langkah kelima, pemerintah tidak terbuai dengan impian-impian belaka yang menyatakan bahwa pasokan ikan domestik terjaga. Padahal realitanya, pasokan ikan didalam negeri cukup terganggu akibat banjir dan cuaca buruk serta gelombang tinggi yang terjadi di perairan Indonesia.
"Keenam atau terkahir, upaya menjaga kebersihan laut dari sampah, baik dari sampah banjir maupun dari masyarakat, mutlak dilakukan. Termasuk upaya pemerintah dalam menjaga keamanan perairan Indonesia dari praktik illegal fishing dan eksploitasi produk perikanan nasional," terang Yugi.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto menjelaskan, langkah pertama, memastikan seluruh program infrastruktur pemerintah yang terkait dengan sektor perikanan dan kelautan segera diwujudkan. Misalnya, penyediaan akses dari dan ke pelabuhan ikan di seluruh Indonesia secara memadai. Mengingat akses tersebut akan dilalui truk-truk dan kontainer bermuatan besar, bagi keperluan pengiriman ikan.
Kedua, lanjut dia, memastikan pasokan ketersediaan sumber energi listrik memadai bagi kebutuhan cold stogare berkapasitas besar. Sehingga kualitas ikan yang ada dalam cold stogare tetap terjamin, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.
"Pemerintah harus menjamin ketersediaan listrik dari PT PLN bagi kebutuhan cold storage yang ada di seluruh Indonesia. Termasuk meningkatkan sistem pengamanan pasokan listrik," katanya dalam keterangan tertulis kepada Sindonews, Jumat (8/2/2013).
Ketiga, papar Yugi, meningkatkan teknologi yang dibutuhkan bagi penyimpanan dan pengolahan ikan di dalam negeri. Pengembangan teknologi canggih, mutlak diperlukan untuk menjaga kualitas ikan tetap baik, termasuk produk-produk pengalengan ikan domestik.
"Keempat, khusus pada kondisi banjir seperti saat ini, kadin meminta semua pihak, baik pemerintah maupun stakeholders bergegas membenahi berbagai kerusakan yang terjadi akibat banjir," imbuh Yugi.
Langkah kelima, pemerintah tidak terbuai dengan impian-impian belaka yang menyatakan bahwa pasokan ikan domestik terjaga. Padahal realitanya, pasokan ikan didalam negeri cukup terganggu akibat banjir dan cuaca buruk serta gelombang tinggi yang terjadi di perairan Indonesia.
"Keenam atau terkahir, upaya menjaga kebersihan laut dari sampah, baik dari sampah banjir maupun dari masyarakat, mutlak dilakukan. Termasuk upaya pemerintah dalam menjaga keamanan perairan Indonesia dari praktik illegal fishing dan eksploitasi produk perikanan nasional," terang Yugi.
(izz)
Lihat Juga :