SBY minta ekspor ke Nigeria diperkuat
Minggu, 10 Februari 2013 - 16:42 WIB
SBY minta ekspor ke Nigeria diperkuat
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumpulkan tiga menteri koordinator guna melaporkan kondisi dalam negeri. Presiden menginstruksikan beberapa hal yang harus ditindaklanjuti hasil dari kunjungan kerja ke beberapa negara di kawasan Afrika dan Timur Tengah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyampaikan, terkait bidang ekonomi, ada beberapa instruksi presiden yang harus ditindaklanjuti. Yang paling utama adalah meningkatkan kinerja ekspor Indonesia ke beberapa negara di kawasan tersebut, khususnya Nigeria.
Di Nigeria, menurut Hatta, Presiden melihatnya sebagai pasar ekspor yang potensial untuk Indonesia. Hal tersebut karena negara itu memiliki penduduk terbesar di kawasan Afrika.
"Ternyata ada 17 perusahaan kita yang investasi di sana, mulai dari mie sampai farmasi, petrocemikal sampai minyak dan gas," ujar Hatta dilansir dari situs Kemenko Perekonomian, Minggu, (10/2/2013).
Tingginya permintaan akan obat-obatan asal Indonesia membuat bidang farmasi memiliki pasar yang potensial di negara itu. Karenanya, pemerintah akan mendorong perusahaan-perusahaan nasional dan BUMN untuk berinvestasi atau meningkatkan ekspornya.
Pemerintah, lanjut Hatta, juga merambisi memiliki lapangan eksplorasi minyak di negara tersebut. Itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri. "Nah, Presiden Nigeria juga akan kemari dan dia juga akan melakukan kerja sama yang besar," katanya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyampaikan, terkait bidang ekonomi, ada beberapa instruksi presiden yang harus ditindaklanjuti. Yang paling utama adalah meningkatkan kinerja ekspor Indonesia ke beberapa negara di kawasan tersebut, khususnya Nigeria.
Di Nigeria, menurut Hatta, Presiden melihatnya sebagai pasar ekspor yang potensial untuk Indonesia. Hal tersebut karena negara itu memiliki penduduk terbesar di kawasan Afrika.
"Ternyata ada 17 perusahaan kita yang investasi di sana, mulai dari mie sampai farmasi, petrocemikal sampai minyak dan gas," ujar Hatta dilansir dari situs Kemenko Perekonomian, Minggu, (10/2/2013).
Tingginya permintaan akan obat-obatan asal Indonesia membuat bidang farmasi memiliki pasar yang potensial di negara itu. Karenanya, pemerintah akan mendorong perusahaan-perusahaan nasional dan BUMN untuk berinvestasi atau meningkatkan ekspornya.
Pemerintah, lanjut Hatta, juga merambisi memiliki lapangan eksplorasi minyak di negara tersebut. Itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri. "Nah, Presiden Nigeria juga akan kemari dan dia juga akan melakukan kerja sama yang besar," katanya.
(gpr)
Lihat Juga :