Tembus Rp100 ribu/kg, pemerintah wajib turun tangan
Selasa, 12 Februari 2013 - 14:31 WIB
Tembus Rp100 ribu/kg, pemerintah wajib turun tangan
A
A
A
Sindonews.com - Akibat pemerintah membatasi sapi impor, harga daging sapi di pasar Legi, Solo, Jawa Tengah (Jateng) melambung hingga Rp100 ribu per kilogram (kg), dari sebelumnya Rp85 ribu per kg.
Kondisi tersebut membuat para pedagang mengeluh karena kurangnya pembeli. Sementara, penjual bakso mengurangi takaran daging sapi agar bisa bertahan.
Pujiani, salah satu pedagang daging sapi di pasar tersebut mengatakan,
kenaikan harga sudah terlihat sejak pekan kemarin. Kenaikan ini diduga adanya pembatasan sapi impor yang dilakukan pemerintah.
"Tidak hanya daging saja yang naik, harga jeroan juga ikut naik. Dari biasanya Rp40-Rp50 ribu per kg menjadi Rp50-60 ribu per kg. Tergantung jenisnya," katanya, Selasa (12/2/2013).
Para pedagang daging sapi berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk menormalkan harga dan pedagag sapi tidak merugi. Menurut Pujiani, jika pada hari biasa, dia bisa memotong sapi dua sampai tiga ekor, kini maksimal hanya dua ekor. "Itu pun kalau ada pesanan," ujarnya.
Sementara, penjual bakso di Kota Solo mengaku, naiknya harga daging sangat memengaruhi penjualan. Mereka terpaksa meguragi ukurannya dari ukuran biasa. "Meski demikian, saya tidak mengurangi bumbu dan racikan sehingga kualitas tetap sama, hanya saja ukuran bakso lebih kecil, agar tidak merugi," kata Ardi, salah satu penjual bakso di Solo.
Kondisi tersebut membuat para pedagang mengeluh karena kurangnya pembeli. Sementara, penjual bakso mengurangi takaran daging sapi agar bisa bertahan.
Pujiani, salah satu pedagang daging sapi di pasar tersebut mengatakan,
kenaikan harga sudah terlihat sejak pekan kemarin. Kenaikan ini diduga adanya pembatasan sapi impor yang dilakukan pemerintah.
"Tidak hanya daging saja yang naik, harga jeroan juga ikut naik. Dari biasanya Rp40-Rp50 ribu per kg menjadi Rp50-60 ribu per kg. Tergantung jenisnya," katanya, Selasa (12/2/2013).
Para pedagang daging sapi berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk menormalkan harga dan pedagag sapi tidak merugi. Menurut Pujiani, jika pada hari biasa, dia bisa memotong sapi dua sampai tiga ekor, kini maksimal hanya dua ekor. "Itu pun kalau ada pesanan," ujarnya.
Sementara, penjual bakso di Kota Solo mengaku, naiknya harga daging sangat memengaruhi penjualan. Mereka terpaksa meguragi ukurannya dari ukuran biasa. "Meski demikian, saya tidak mengurangi bumbu dan racikan sehingga kualitas tetap sama, hanya saja ukuran bakso lebih kecil, agar tidak merugi," kata Ardi, salah satu penjual bakso di Solo.
(izz)
Lihat Juga :