Pertamina dinilai tak efisien gunakan anggaran ceremony
Selasa, 12 Februari 2013 - 17:31 WIB
Pertamina dinilai tak efisien gunakan anggaran ceremony
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat energi dari ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai, selama di bawah kepemimpinan Karen Agustiawan, aksi korporasi PT Pertamina (persero) membanggakan, namun Pertamina dinilai tidak efisien menggunakan anggaran ceremony.
“Selama dipimpin Karen, saya akui aksi koporasi cukup baik tapi perlu juga ada pembenahan di aspek lainnya, seperti efisiensi terhadap dana ceremony, seperti CSR,” kata dia di Jakarta, Selasa (12/2/2012).
Menurut Komaidi, Pertamina selama ini cukup sukses dengan ekspansi bisnisnya ke kancah global. Belum lama ini, Pertamina telah menjalin kerja sama bisnis pelumas dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA), Sharjah National Lube Oil Company Ltd (Sharlu).
Kendati demikian, dia menilai, perseroan selama ini tidak efisien dalam menggunakan anggaran ceremony, seperti CSR dan bentuk lainnya. “Anggaran untuk ceremony, saya harapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pertamina,” kata dia.
Di samping itu, lanjut Komaidi, perusahaan minyak negara tersebut juga harus berani membandingkan dirinya dengan perusahaan lain, seperti Medco maupun Petronas.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR, Bobby Rizaldi menilai, kinerja Pertamina akhir-akhir ini menunjukan capaian yang lebih baik. Hal itu ditunjukan dari perolehan laba bersih tahun 2012 mencapai USD2,76 miliar atau Rp25,89 triliun dengan pembagian deviden sebesar Rp8,3 triliun pada tahun 2012.
“Jika ada yang berasumsi performance Pertamina tidak optimal, itu merupakan pendapat yang salah karena tidak berdasarkan data,” ujar dia.
Menurut Bobby, dengan adanya peningkatan laba dan deviden yang besar, menunjukan kinerja korporasi semakin meningkat. Kemudian, dengan ditunjang pemanfaatan pada aspek lain, maka kinerja Pertamina dipastikan akan terus membaik. “Mari kita tengok kinerja operasi perusahaan bahwa Pertamina dapat lebih berkembang dan membantu negara,” tuturnya.
“Selama dipimpin Karen, saya akui aksi koporasi cukup baik tapi perlu juga ada pembenahan di aspek lainnya, seperti efisiensi terhadap dana ceremony, seperti CSR,” kata dia di Jakarta, Selasa (12/2/2012).
Menurut Komaidi, Pertamina selama ini cukup sukses dengan ekspansi bisnisnya ke kancah global. Belum lama ini, Pertamina telah menjalin kerja sama bisnis pelumas dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA), Sharjah National Lube Oil Company Ltd (Sharlu).
Kendati demikian, dia menilai, perseroan selama ini tidak efisien dalam menggunakan anggaran ceremony, seperti CSR dan bentuk lainnya. “Anggaran untuk ceremony, saya harapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pertamina,” kata dia.
Di samping itu, lanjut Komaidi, perusahaan minyak negara tersebut juga harus berani membandingkan dirinya dengan perusahaan lain, seperti Medco maupun Petronas.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR, Bobby Rizaldi menilai, kinerja Pertamina akhir-akhir ini menunjukan capaian yang lebih baik. Hal itu ditunjukan dari perolehan laba bersih tahun 2012 mencapai USD2,76 miliar atau Rp25,89 triliun dengan pembagian deviden sebesar Rp8,3 triliun pada tahun 2012.
“Jika ada yang berasumsi performance Pertamina tidak optimal, itu merupakan pendapat yang salah karena tidak berdasarkan data,” ujar dia.
Menurut Bobby, dengan adanya peningkatan laba dan deviden yang besar, menunjukan kinerja korporasi semakin meningkat. Kemudian, dengan ditunjang pemanfaatan pada aspek lain, maka kinerja Pertamina dipastikan akan terus membaik. “Mari kita tengok kinerja operasi perusahaan bahwa Pertamina dapat lebih berkembang dan membantu negara,” tuturnya.
(rna)
Lihat Juga :