IHSG rawan terkena aksi profit taking
Kamis, 14 Februari 2013 - 08:12 WIB
IHSG rawan terkena aksi profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Setelah menembus rekor tertingginya, indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi akan sedikit diwarnai aksi ambil untung (profit taking), kendati masih berpotensi menguat.
"IHSG akan berada pada kisaran 4.552-4.588. Pola two white soldiers ditengah overbought-nya indikator RSI. Momentum dan Stochastic terbentuk atas IHSG mengindikasikan peluang lanjutan kenaikan IHSG, tetapi rawan minor profit taking dalam perdagangan hari ini," terang Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Kamis (14/2/2013).
Potensi aksi ambil untung yang mungkin terjadi, kata Edwin, terutama didorong respon pasar terhadap bursa global, setelah kemarin Dow Jones mencapai level tertinggi selama lima tahun terakhir dan hanya tinggal 1 persen dari level tertinggi sepanjang masa Dow Jones.
Rabu waktu setempat, Dow Jones "tersedak" minor profit taking sebesar 35,79 poin (0,26 persen) diiringi kenaikan The Vix sebesar 2,69 persen ditutup pada level 12,98 ditengah rilis data ekonomi yang sedikit dibawah ekspektasi.
Rilis data ekonomi yang sedikit dibawah ekspektasi, seperti penjualan retail bulan Januari hanya sebesar USD416.6 miliar sebagai dampak terjadinya kenaikan pajak dan harga BBM, sehingga konsumen menahan pengeluaran mereka, data Business Inventories bulan Desember naik hanya 1 persen, sedikit dibawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,3 persen dan dibawah data November sebesar 0,4 persen.
Selain itu, import prices bulan Januari sebesar 0,6 persen atau tumbuh pertama kali sejak Oktober sedangkan export prices tumbuh 0,3 persen.
"Merujuk minor profit taking atas Dow Jones dan technically slightly overbought ditengah rilis laporan keuangan tahunan 2012 plus konsistennya fund inflow ke market dengan total jumlah terakhir (YTD) sekitar Rp9,90 triliun, maka IHSG sedikit rawan terkena minor profit taking dalam jangka pendek," simpul Edwin.
"IHSG akan berada pada kisaran 4.552-4.588. Pola two white soldiers ditengah overbought-nya indikator RSI. Momentum dan Stochastic terbentuk atas IHSG mengindikasikan peluang lanjutan kenaikan IHSG, tetapi rawan minor profit taking dalam perdagangan hari ini," terang Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Kamis (14/2/2013).
Potensi aksi ambil untung yang mungkin terjadi, kata Edwin, terutama didorong respon pasar terhadap bursa global, setelah kemarin Dow Jones mencapai level tertinggi selama lima tahun terakhir dan hanya tinggal 1 persen dari level tertinggi sepanjang masa Dow Jones.
Rabu waktu setempat, Dow Jones "tersedak" minor profit taking sebesar 35,79 poin (0,26 persen) diiringi kenaikan The Vix sebesar 2,69 persen ditutup pada level 12,98 ditengah rilis data ekonomi yang sedikit dibawah ekspektasi.
Rilis data ekonomi yang sedikit dibawah ekspektasi, seperti penjualan retail bulan Januari hanya sebesar USD416.6 miliar sebagai dampak terjadinya kenaikan pajak dan harga BBM, sehingga konsumen menahan pengeluaran mereka, data Business Inventories bulan Desember naik hanya 1 persen, sedikit dibawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,3 persen dan dibawah data November sebesar 0,4 persen.
Selain itu, import prices bulan Januari sebesar 0,6 persen atau tumbuh pertama kali sejak Oktober sedangkan export prices tumbuh 0,3 persen.
"Merujuk minor profit taking atas Dow Jones dan technically slightly overbought ditengah rilis laporan keuangan tahunan 2012 plus konsistennya fund inflow ke market dengan total jumlah terakhir (YTD) sekitar Rp9,90 triliun, maka IHSG sedikit rawan terkena minor profit taking dalam jangka pendek," simpul Edwin.
(rna)
Lihat Juga :