IHSG berpotensi naik, tapi rawan profit taking
Jum'at, 15 Februari 2013 - 08:09 WIB
IHSG berpotensi naik, tapi rawan profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang memproyeksikan, adanya potensi penguatan atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merespon berbagai sentimen global yang masih positif. Namun demikian, menurut dia, penguatan yang terjadi masih perlu diwaspadai karena rawan aksi ambil untung (profit taking).
"IDX composite 4.575-4.615. Pola three white soldiers ditengah overbought-nya indikator RSI. Momentum dan stochastic terbentuk atas IHSG mengindikasikan peluang lanjutan kenaikan ditengah bayang-bayang profit taking," terang Edwin, Jumat (15/2/2013).
Ditengah turunnya Weekly Jobless Claims 27 ribu unit menjadi total 341 ribu unit, Dow Jones berlanjut terkena minor profit taking sebesar -9.52 poin (-0.07 persen) diiringi turunnya The Vix sebesar -2.47 persen ditutup pada level 12,66.
Kondisi tersebut sebagai dampak memburuknya GDP zona Eropa, sehingga masuk lebih dalam ke jurang resesi karena terjadi kontraksi -0.6 persen di kuartal IV/2012, sehingga sepanjang tahun 2012 GDP zona Eropa terkontraksi 0,5 persen seiring turunnya ekspor Jerman dan Perancis (menjadikan penurunan terbesar kuartalan sejak thn 2009) serta terkontraksinya GDP Jepang di kuartal IV/2012 sebesar -0.1 persen.
Sejauh ini sampai 14 Februari 2013, sudah 385 emiten (77 persen) dari 500 emiten yang tergabung dalam S&P 500 telah merilis laporan keuangan tahunan 2012 dengan 70 persen emiten tersebut melaporkan laba bersih lebih tinggi dari perkiraan awal.
Sementara 67 persen melaporkan pendapatan lebih tinggi dari perkiraan awal, sehingga jika sisa emiten yang melaporkanaporan keuangan setara dengan ekspektasi, maka laba bersih tumbuh 5,6 persen dibandingkan laporan keuangan tahunan 2011.
Liquidity Driven The Market dengan total jumlah terakhir (YTD) sekitar Rp10,26 triliun, stabilnya USD/IDR rilis laporan keuangan tahunan 2012 mendorong IHSG berpeluang melanjutkan kenaikannya dan bertengger di level 4.600.
"Tetapi saya melihat perlu waspada karena rawan minor profit taking akibat beberapa saham secara valuasi sudah mahal, technically IDX overbought dan kembali turunnya Dow Jones semalam," ujar Edwin.
"IDX composite 4.575-4.615. Pola three white soldiers ditengah overbought-nya indikator RSI. Momentum dan stochastic terbentuk atas IHSG mengindikasikan peluang lanjutan kenaikan ditengah bayang-bayang profit taking," terang Edwin, Jumat (15/2/2013).
Ditengah turunnya Weekly Jobless Claims 27 ribu unit menjadi total 341 ribu unit, Dow Jones berlanjut terkena minor profit taking sebesar -9.52 poin (-0.07 persen) diiringi turunnya The Vix sebesar -2.47 persen ditutup pada level 12,66.
Kondisi tersebut sebagai dampak memburuknya GDP zona Eropa, sehingga masuk lebih dalam ke jurang resesi karena terjadi kontraksi -0.6 persen di kuartal IV/2012, sehingga sepanjang tahun 2012 GDP zona Eropa terkontraksi 0,5 persen seiring turunnya ekspor Jerman dan Perancis (menjadikan penurunan terbesar kuartalan sejak thn 2009) serta terkontraksinya GDP Jepang di kuartal IV/2012 sebesar -0.1 persen.
Sejauh ini sampai 14 Februari 2013, sudah 385 emiten (77 persen) dari 500 emiten yang tergabung dalam S&P 500 telah merilis laporan keuangan tahunan 2012 dengan 70 persen emiten tersebut melaporkan laba bersih lebih tinggi dari perkiraan awal.
Sementara 67 persen melaporkan pendapatan lebih tinggi dari perkiraan awal, sehingga jika sisa emiten yang melaporkanaporan keuangan setara dengan ekspektasi, maka laba bersih tumbuh 5,6 persen dibandingkan laporan keuangan tahunan 2011.
Liquidity Driven The Market dengan total jumlah terakhir (YTD) sekitar Rp10,26 triliun, stabilnya USD/IDR rilis laporan keuangan tahunan 2012 mendorong IHSG berpeluang melanjutkan kenaikannya dan bertengger di level 4.600.
"Tetapi saya melihat perlu waspada karena rawan minor profit taking akibat beberapa saham secara valuasi sudah mahal, technically IDX overbought dan kembali turunnya Dow Jones semalam," ujar Edwin.
(rna)
Lihat Juga :