Masuki area jenuh, IHSG rawan koreksi

Jum'at, 15 Februari 2013 - 08:13 WIB
Masuki area jenuh, IHSG...
Masuki area jenuh, IHSG rawan koreksi
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah memasuki titik jenuh setelah beberapa hari menguat. Kondisi demikian membuat IHSG rawan terkoreksi akibat ancaman serangan aksi ambil untung (profit taking).

"IHSG telah memasuki area jenuh beli dan rawan akan koreksi. Hari ini, kami proyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran support-resistance 4.570-4.600," terang analis riset PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Jumat (15/2/2013)

Sebelumnya, IHSG kembali bergerak menguat pada perdagangan kemarin dan mencatat rekor baru. IHSG bahkan sempat menembus 4.600. Kenaikan IHSG didukung oleh menguatnya bursa regional menyusul sentiment positif dari ekspektasi akan diluncurkannya paket stimulus baru Jepang.

Selain itu, barita bagus juga datang dari keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang menaikkan upah minimum pegawai negeri menjadi USD9 per jam dan akan meningkatkan perdagangan dengan Eropa.

Selain itu, Obama juga akan mengalokasikan dana sebesar USD50 miliar untuk membangun proyek infrastruktur. Data penjualan ritel AS mengalami penguatan, sehingga tercatat tiga bulan secara berturut-turut.

"Hal ini menunjukan belanja rumah tangga tetap meningkat walaupun terjadi kenaikan pajak penghasilan," tutur Purwoko.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Skenario IHSG untuk...
Skenario IHSG untuk Bertahan di Level 6.300
Rilis Neraca Dagang...
Rilis Neraca Dagang Pengaruhi Pergerakan IHSG Hari Ini
IHSG Akhir Pekan Dibuka...
IHSG Akhir Pekan Dibuka Merayap, Naik Tipis 5,30 Poin
Investor Asing Tak Lagi...
Investor Asing Tak Lagi Borong Saham, IHSG jadi Loyo
Seharian Bergeming di...
Seharian Bergeming di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke 6.289
Ada Peluang IHSG Terkoreksi...
Ada Peluang IHSG Terkoreksi Hari Ini, Bergerak Terbatas 6.123-6.288
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
27 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
56 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Charging Station...
Daftar Charging Station Mobil Listrik di Rest Area Jalan Tol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved