Pembayaran Bawaku Sehat melalui asuransi dibatalkan
Jum'at, 15 Februari 2013 - 19:12 WIB
Pembayaran Bawaku Sehat melalui asuransi dibatalkan
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara memastikan Bantuan Wali Kota Khusus (Bawaku) Sehat batal dibayarkan melalui asuransi. Program itu baru akan direalisasi tahun depan, agar berbarengan dengan mekanisme asuransi nasional lainnya.
"Tidak jadi tahun ini, agar perubahan sistem dan migrasinya bisa dilakukan bersamaan dengan mekanisme asuransi secara nasional tahun depan," kata Ahyani di Balai Kota Bandung, Jumat (15/2/2013).
Namun, Ahyani menjamin pihaknya masih akan mencakup pembayaran layanan kesehatan yang tidak tercantum dalam Jamkesmas. Selain itu, tidak ada yang berubah dari pelayanan melalui Bawaku Sehat tahun ini, baik dari segi jenis pelayanan, sasaran, dan lain-lain.
"Tetap seperti tahun lalu saja, ini adalah jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin di Kota Bandung yang tidak tercover bantuan dari pemerintah pusat," tuturnya.
Menurut Ahyani, pemberlakuan asuransi mulai tahun depan diperkirakan juga akan jauh lebih mudah dibandingkan jika dilakukan tahun ini. Selain bersamaan dengan nasional, pelaku Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) yang akan ditunjuk juga akan lebih jelas.
"Kalau dilakukan mulai tahun depan, BPJS-nya sudah siap, yang merupakan konversi dari Askes, sedangkan kalau tahun ini kan harus membangun lembaga baru yang akan ditunjuk, itu akan menyulitkan," kata Ahyani.
Apalagi, kata Ahyani, pembayaran melalui mekanisme asuransi juga seharusnya dilakukan per 1 Januari. "Kalau tahun ini kan sudah berjalan dengan klaim biasa," ujarnya.
Anggaran Bawaku Sehat tahun ini dialokasikan dengan total Rp60 miliar akan diprioritaskan untuk pembayaran klaim dari masyarakat miskin. Jika klaim yang diajukan melebihi dari pagu anggaran, maka akan dialokasikan pada APBD Perubahan 2013.
"Yang pasti konsep untuk tahun depan sudah matang karena bersamaan dengan yang akan dilakukan secara nasional, dan akan dilakukan per 1 Januari 2014," kata Ahyani.
Tahun lalu, jumlah klaim dari masyarakat terhadap layanan Bawaku Sehat mencapai Rp78 miliar. Anggaran itu sudah dialokasikan baik di APBD Murni, maupun APBD Perubahan 2012.
"Tidak jadi tahun ini, agar perubahan sistem dan migrasinya bisa dilakukan bersamaan dengan mekanisme asuransi secara nasional tahun depan," kata Ahyani di Balai Kota Bandung, Jumat (15/2/2013).
Namun, Ahyani menjamin pihaknya masih akan mencakup pembayaran layanan kesehatan yang tidak tercantum dalam Jamkesmas. Selain itu, tidak ada yang berubah dari pelayanan melalui Bawaku Sehat tahun ini, baik dari segi jenis pelayanan, sasaran, dan lain-lain.
"Tetap seperti tahun lalu saja, ini adalah jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin di Kota Bandung yang tidak tercover bantuan dari pemerintah pusat," tuturnya.
Menurut Ahyani, pemberlakuan asuransi mulai tahun depan diperkirakan juga akan jauh lebih mudah dibandingkan jika dilakukan tahun ini. Selain bersamaan dengan nasional, pelaku Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) yang akan ditunjuk juga akan lebih jelas.
"Kalau dilakukan mulai tahun depan, BPJS-nya sudah siap, yang merupakan konversi dari Askes, sedangkan kalau tahun ini kan harus membangun lembaga baru yang akan ditunjuk, itu akan menyulitkan," kata Ahyani.
Apalagi, kata Ahyani, pembayaran melalui mekanisme asuransi juga seharusnya dilakukan per 1 Januari. "Kalau tahun ini kan sudah berjalan dengan klaim biasa," ujarnya.
Anggaran Bawaku Sehat tahun ini dialokasikan dengan total Rp60 miliar akan diprioritaskan untuk pembayaran klaim dari masyarakat miskin. Jika klaim yang diajukan melebihi dari pagu anggaran, maka akan dialokasikan pada APBD Perubahan 2013.
"Yang pasti konsep untuk tahun depan sudah matang karena bersamaan dengan yang akan dilakukan secara nasional, dan akan dilakukan per 1 Januari 2014," kata Ahyani.
Tahun lalu, jumlah klaim dari masyarakat terhadap layanan Bawaku Sehat mencapai Rp78 miliar. Anggaran itu sudah dialokasikan baik di APBD Murni, maupun APBD Perubahan 2012.
(gpr)
Lihat Juga :