Dibayangi profit taking, IHSG masih berpeluang menguat

Senin, 18 Februari 2013 - 08:14 WIB
Dibayangi profit taking,...
Dibayangi profit taking, IHSG masih berpeluang menguat
A A A
Sindonews.com - Masih positifnya sentimen yang berhembus kiranya memberi peluang bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk melanjutkan penguatannya di tengah bayang-bayang aksi ambil untung (profit taking) mengingat aktivitas perdagangan yang mendekati titik jenuhnya.

"IHSG di kisaran 4.593-4.632. Pola four white soldiers ditengah overbought-nya indikator RSI, momentum and stochastic terbentuk atas IHSG mengindikasikan peluang lanjutan kenaikan ditengah bayang profit taking," kata Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Senin (18/2/2013).

Kuatnya IHSG, terutama ditunjang dari positifnya sentimen yang berhembus dari pasar global. Sampai Jumat 15 Februari, sudah 386 emiten dari 500 emiten yang tergabung dalam S&P 500 telah merilis laporan keuangan (LK) setahun penuh (full years/FY) 2012 dengan 70 persen emiten tersebut melaporkan laba bersih lebih tinggi dari perkiraan awal.

Sementara 67 persen melaporkan pendpaatan lebih tinggi dari perkiraan awal, sehingga jika sisa emiten yang melaporkan LK setara dengan ekspektasi, maka laba bersih tumbuh 5,6 persen dibandingkan LK FY 2011.

Beberapa emiten besar yang akan merilis LK FY 2012 seperti, Senin (Closed for Presidential Day); Selasa (Dell, Marriott, Fidelity National); Rabu (BHP Billiton, Devon Energy, Toll Brothers, Cheesecake Factory, Tesla Motors); Kamis (Wal-Mart, Chesapeake Energy, Safeway, AIG, Hewlett-Packard, Newmont Mining) dan Jumat (Abercrombie & Fitch, Washington Post)

Sedangkan data ekonomi yang akan dirilis sepanjang minggu ini seperti, Selasa (NAHB housing market index); Rabu (MBA mortgage applications, housing starts, PPI, FOMC minutes); Kamis (CPI, jobless claims, PMI manufacturing index flash, existing home sales, Philadelphia Fed survey, leading indicators).

Sedangkan data ekonomi negara besar lain yang perlu diperhatikan, seperti zona Eropa (German: Economic Sentiment, PPI, CPI , German & French PMI Manufacturing & Services, German GDP); UK (BOE Minutes, Jobless Claims Changen) dan Japan (Leading Index, All Industry Activity Index, Supermarket Index).

Derasnya dana asing masuk ke Bursa Indonesia selama tujuh pekan berjumlah Rp10,86 triliun, sehingga selama asing belum melakukan aksi jual, kondisi IHSG masih aman.

"Berlanjutnya rilis LK FY 2012 ditengah cukup beratnya data ekonomi AS yang akan dirilis membuat IHSG berpeluang melanjutkan kenaikannya ditengah bayang-bayang minor profit taking," tutur Edwin.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Skenario IHSG untuk...
Skenario IHSG untuk Bertahan di Level 6.300
Rilis Neraca Dagang...
Rilis Neraca Dagang Pengaruhi Pergerakan IHSG Hari Ini
IHSG Akhir Pekan Dibuka...
IHSG Akhir Pekan Dibuka Merayap, Naik Tipis 5,30 Poin
Investor Asing Tak Lagi...
Investor Asing Tak Lagi Borong Saham, IHSG jadi Loyo
Ada Peluang IHSG Terkoreksi...
Ada Peluang IHSG Terkoreksi Hari Ini, Bergerak Terbatas 6.123-6.288
Seharian Bergeming di...
Seharian Bergeming di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke 6.289
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
6 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
7 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
9 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
11 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
12 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
13 jam yang lalu
Infografis
Masih Menjadi Misteri,...
Masih Menjadi Misteri, Benarkah Harimau Jawa Belum Punah?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved