Pengusaha akui penangguhan UMP tak dipersulit

Senin, 18 Februari 2013 - 17:41 WIB
Pengusaha akui penangguhan...
Pengusaha akui penangguhan UMP tak dipersulit
A A A
Sindonews.com - Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta yang mewakili pengusaha, Sarman Simanjorang mengakui pemerintah menepati janjinya untuk tidak mempersulit proses penangguhan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang diajukan para pengusaha.

"Sebenarnya sih tidak ada (dipersulit)," ungkap Sarman ketika ditemui di Galery Cafe, Jakarta, Senin (18/2/2013).

Namun, Sarman mengaku khawatir dengan demonstrasi buruh menentang penangguhan UMP yang terus berjalan. Karena itu, pria yang juga Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta ini meminta pemerintah bertindak tegas meredam aksi-aksi serikat buruh. "Cuma kan teman-teman buruh ini kan masih ada demo, kemarin juga ada demo," imbuhnya.

Seperti diketahui, Menakertrans Muhaimin Iskandar telah menyatakan bahwa sekitar 80 persen pengajuan penangguhan UMP akan dikabulkan. "Prediksi saya akan terjadi penangguhan sekitar 80 persen dari 900-an itu, sekitar 600 perusahaan yang ditangguhkan," ungkap Muhaimin baru-baru ini.

Sementara itu, Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) menyatakan menolak rencana Menakertrans, yang akan mengabulkan penangguhan UMP tersebut. "Serikat pekerja menolak keputusan Menakertrans dan Gubernur yang mempermudah penangguhan upah minimum," tegas Presidium MPBI Said Iqbal.

Menurut Said, penangguhan UMP yang diberikan kepada 600-an perusahaan tersebut tidak sah. Pasalnya, banyak perusahaan yang mendapatkan penangguhan UMP tanpa memberikan laporan keuangan yang menunjukkan kerugian selama 2 tahun berturut-turut sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menaker No 231/2003 (Permenaker No 231/2003).
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
18 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
56 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved