AirAsia gandeng Tata perluas pasar di India

Rabu, 20 Februari 2013 - 19:14 WIB
AirAsia gandeng Tata...
AirAsia gandeng Tata perluas pasar di India
A A A
Sindonews.com - AirAsia Bhd, maskapai penerbangan murah terbesar di Asia Tenggara, berencana memulai usaha di India dengan menggandeng Tata Group. Langkah ini dilakukan setelah pemerintah India melonggarkan peraturan investasi di sektor angkutan udara.

AirAsia membuat aplikasi untuk Dewan Promosi Investasi Luar Negeri (FIPB) India dengan mengambil 49 persen usaha bersama Tata Sons Ltd, pemilik pabrik mobil mewah Jaguar Land Rover dan Arun Bhatia dari Telestra Tradeplace Pvt. Sesuai kesepakatan, mitra akan mencari izin operator udara.

Langkah ini akan membantu AirAsia masuk ke negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar, mendorong orang berpaling dari kereta api ke pesawat. Menurut perkiraan pemerintah, langkah ini akan membantu meningkatkan jumlah wisatawan domestik tiga kali lipat, sebanyak 159 juta orang per tahun pada 2021.

"Ini perusahaan patungan yang sangat kompetitif. Datang bersama-sama dari angkutan pesawat terbesar di Asia dengan kelompok perusahaan terbesar India. Sangat ideal," kata Kapil Kaul, kepala unit India CAPA, seperti dilansir Bloomberg, Rabu (20/2/2013).

Untuk membantu industri tidak terperosok dalam utang dan kerugian, Perdana Menteri Manmohan Singh pada September lalu, melonggarkan peraturan investasi asing, salah satunya dengan mendorong Jet Airways (India) Ltd memulai diskusi dengan maskapai penerbangan asal Timur Tengah, Etihad Airways.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
50 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved