Pernyataan The Fed sebabkan Wall Street terkoreksi

Kamis, 21 Februari 2013 - 08:33 WIB
Pernyataan The Fed sebabkan...
Pernyataan The Fed sebabkan Wall Street terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat ditutup terkoreksi tajam sejak tiga bulan terakhir menyusul keluarnya pernyataan dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan memperlambat atau bahkan menghentikan pembelian obligasi lebih cepat dari yang diharapkan.

Pada pertemuan The Fed bulan Januari lalu menunjukkan banyak pejabat menyuarakan keprihatinannya atas potensi biaya pembelian aset yang tinggi. Ini menunjukkan program pelonggaran kuantitaif (quantitavie easing/QE) kemungkinan akan melambat.

"Bursa Wall Street masih menunggu apakah The Fed akan melanjutkan program QE ke depan. Ketika program itu diakhiri lebih cepat, maka akan menimbulkan ketidakpastian dan membuat pasar membencinya," kata Todd Schoenberger, yang mengelola Capital LandColt di New York, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (21/2/2013).

The Fed telah menggunakan QE sejak 2008 dengan tujuan untuk merangsang perekonomian negara itu. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memperluas neraca Fed, dengan cara membeli obligasi, sehingga mendorong uang masuk ke pasar saham.

Sejumlah saham unggulan di berbagai sektor mencatat penurunan tajam setelah membukukan laba bersih dan prospek yang mengecewakan, diantarannya Toll Broters, CF Industries dan Devon Energy Corp.

Pada penutupan perdagangan semalam, indeks Dow Jones (DJI) turun 108,13 poin atau 0,77 persen ke 13.927,54. Sementara indeks Standard & Poor 500 (SPX) jatuh 18,99 poin atau 1,24 persen ke 1.511,95. Serta indeks Nasdaq Composite Index (IXIC) kehilangan 49,19 poin atau 1,53 persen dan berakhir di 3.164,41.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
28 menit yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
1 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
4 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
4 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
5 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
6 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia versi THE WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved