Terseret sentimen global, IHSG terkoreksi 12 poin
Kamis, 21 Februari 2013 - 09:03 WIB
Terseret sentimen global, IHSG terkoreksi 12 poin
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka terkoreksi 12,03 poin atau 0,26 persen ke level 4.622,42. Pelemaham IHSG pagi ini terseret sentimen negatif dari pasar global.
Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG berhasil menguat setelah mengalami koreksi pada hari sebelumnya. Sentimen positif dari global dan regional pada hari itu mendorong IHSG menuju level terbarunya di 4.634,45.
Sementara bursa global dan regional terkoreksi hari ini. Wall Street pada penutupan semalam anjlok tajam dalam tiga bulan terakhir menyusul pernyataan The Fed yang akan menghentikan pembelian obligasi. Hal ini memberi imbas negatif terhadap bursa di kawasan regional, termasuk Indonesia.
Indeks kawasan Asia Kamis (21/2/20133) dibuka di teritori merah. Indeks Shanghai anjlok 32,18 poin atau 1,34 persen ke 2.364,99; Indeks Nikkei 225 tergerus 83,47 atau 0,73 persen ke 11.384,81 dan Indeks Hang Seng merosot 302,27 poin atau 1,30 persen ke 23.005,14.
Sementara, di Bursa Indonesia sebanyak 37 saham tercatat naik, 78 saham turun dan 88 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp163,05 miliar dengan volume perdagangan mencapai 211,46 juta lembar saham. Nilai transaksi bersih asing tercatat Rp21,94 miliar.
Adapun saham-saham yang menguat (top gainers), antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp200 ke Rp18.700, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp150 ke Rp9.250, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik Rp400 ke Rp8.400.
Sementara saham-saham yang melemah (top losers), antara lain PT Jasa Marga Tbk (JSMR) turun Rp50 ke Rp5.550, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp250 ke Rp21.500 dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun Rp150 ke Rp16.350.
Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG berhasil menguat setelah mengalami koreksi pada hari sebelumnya. Sentimen positif dari global dan regional pada hari itu mendorong IHSG menuju level terbarunya di 4.634,45.
Sementara bursa global dan regional terkoreksi hari ini. Wall Street pada penutupan semalam anjlok tajam dalam tiga bulan terakhir menyusul pernyataan The Fed yang akan menghentikan pembelian obligasi. Hal ini memberi imbas negatif terhadap bursa di kawasan regional, termasuk Indonesia.
Indeks kawasan Asia Kamis (21/2/20133) dibuka di teritori merah. Indeks Shanghai anjlok 32,18 poin atau 1,34 persen ke 2.364,99; Indeks Nikkei 225 tergerus 83,47 atau 0,73 persen ke 11.384,81 dan Indeks Hang Seng merosot 302,27 poin atau 1,30 persen ke 23.005,14.
Sementara, di Bursa Indonesia sebanyak 37 saham tercatat naik, 78 saham turun dan 88 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp163,05 miliar dengan volume perdagangan mencapai 211,46 juta lembar saham. Nilai transaksi bersih asing tercatat Rp21,94 miliar.
Adapun saham-saham yang menguat (top gainers), antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp200 ke Rp18.700, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp150 ke Rp9.250, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik Rp400 ke Rp8.400.
Sementara saham-saham yang melemah (top losers), antara lain PT Jasa Marga Tbk (JSMR) turun Rp50 ke Rp5.550, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp250 ke Rp21.500 dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun Rp150 ke Rp16.350.
(rna)
Lihat Juga :