Asia memerah, IHSG berhasil naik 8,9 poin
Kamis, 21 Februari 2013 - 12:02 WIB
Asia memerah, IHSG berhasil naik 8,9 poin
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini berhasil ditutup di teritori hijau, berlawanan dengan indeks kawasan Asia. IHSG menguat 8,91 poin atau 0,19 persen ke level 4.643,37.
Sementara IHSG pagi dibuka terkoreksi 12,03 poin atau 0,26 persen ke level 4.622,42 dari poisisi penutupan perdagangan hari sebelumnya di level 4.634,45. Sedangkan, Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 1,66 poin atau 0,21 persen ke level 792,65.
Pelemaham IHSG pagi tadi terseret sentimen negatif dari pasar global, dimana Wall Street pada penutupan semalam anjlok tajam menyusul pernyataan The Fed yang akan menghentikan pembelian obligasi. Ini memberi imbas negatif terhadap bursa di kawasan regional dan Indonesia pagi tadi.
Indeks kawasan Asia Kamis (21/2/20133) siang ini ditutup memerah. Indeks Shanghai merosot 65,57 poin atau 2,74 persen ke 2.331,61; Indeks Nikkei 225 tergerus 135,21 atau 1,18 persen ke 11.333,07, Indeks Straits Times turun 17,96 poin atau 0,54 persen ke 3.290,93 dan Indeks Hang Seng anjlok 409,78 poin atau 1,76 persen ke 22.897,31.
Sementara, di Bursa Indonesia sebanyak 91 saham tercatat naik, 134 saham turun dan 127 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp3,35 triliun dengan volume perdagangan mencapai 4,26 miliar lembar saham. Nilai transaksi bersih asing tercatat Rp462,18 miliar.
Sektor yang menguat hingga sesi siang ini, yakni aneka industri, manufaktur, perdagangan, keuangan dan properti. Sektor yang melemah adalah agri, tambang, konsumer dan industri dasar, sedangkan infrastruktur stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat (top gainers), antara lain PT Adhi Karya Tbk (ADHI) naik Rp50 ke Rp2.400, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp150 ke Rp9.400 dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) naik Rp25 ke Rp2.125.
Sementara saham-saham yang melemah (top losers), antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp250 ke Rp18.650,PT Jasa Marga Tbk (JSMR) turun Rp100 ke Rp5.550 dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp100 ke Rp21.600.
Sementara IHSG pagi dibuka terkoreksi 12,03 poin atau 0,26 persen ke level 4.622,42 dari poisisi penutupan perdagangan hari sebelumnya di level 4.634,45. Sedangkan, Indeks LQ45 sesi I ditutup naik 1,66 poin atau 0,21 persen ke level 792,65.
Pelemaham IHSG pagi tadi terseret sentimen negatif dari pasar global, dimana Wall Street pada penutupan semalam anjlok tajam menyusul pernyataan The Fed yang akan menghentikan pembelian obligasi. Ini memberi imbas negatif terhadap bursa di kawasan regional dan Indonesia pagi tadi.
Indeks kawasan Asia Kamis (21/2/20133) siang ini ditutup memerah. Indeks Shanghai merosot 65,57 poin atau 2,74 persen ke 2.331,61; Indeks Nikkei 225 tergerus 135,21 atau 1,18 persen ke 11.333,07, Indeks Straits Times turun 17,96 poin atau 0,54 persen ke 3.290,93 dan Indeks Hang Seng anjlok 409,78 poin atau 1,76 persen ke 22.897,31.
Sementara, di Bursa Indonesia sebanyak 91 saham tercatat naik, 134 saham turun dan 127 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp3,35 triliun dengan volume perdagangan mencapai 4,26 miliar lembar saham. Nilai transaksi bersih asing tercatat Rp462,18 miliar.
Sektor yang menguat hingga sesi siang ini, yakni aneka industri, manufaktur, perdagangan, keuangan dan properti. Sektor yang melemah adalah agri, tambang, konsumer dan industri dasar, sedangkan infrastruktur stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat (top gainers), antara lain PT Adhi Karya Tbk (ADHI) naik Rp50 ke Rp2.400, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp150 ke Rp9.400 dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) naik Rp25 ke Rp2.125.
Sementara saham-saham yang melemah (top losers), antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp250 ke Rp18.650,PT Jasa Marga Tbk (JSMR) turun Rp100 ke Rp5.550 dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp100 ke Rp21.600.
(rna)
Lihat Juga :