Target pertumbuhan KFC dan Pizza Hut terhambat

Senin, 25 Februari 2013 - 11:52 WIB
Target pertumbuhan KFC...
Target pertumbuhan KFC dan Pizza Hut terhambat
A A A
Sindonews.com - Brands Inc (Yum), pemilik rantai makanan cepat saji KFC dan Pizza Hut, terpaksa memperlambat pertumbuhan toko di Indonesia, karena peraturan baru pemerintah untuk melindungi usaha kecil.

Dilansir dari Bloomberg, Senin (25/2/2013), selama ini perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut mengandalkan pertumbuhan bisnis di luar negeri, terutama di kawasan China dan Asia Tenggara.

Aturan pemerintah Indonesia dalam lima tahun ke depan yang membatasi perusahaan waralaba restoran maksimal mengoperasikan 250 gerai, diyakini akan mengurangi bisnis Yum di Tanah Air. Total waralaba yang mereka miliki sebanyak 700 restoran.

Berdasarkan data Euromonitor International penjualan makanan cepat saji di Indonesia naik 15 persen menjadi USD1,54 miliar pada 2011, dibandingkan dengan peningkatan sebesar 9,6 persen dan 3,6 persen secara global di AS.

"Ini mungkin akan memperlambat dan menghambat," kata Darren Tristano, wakil presiden eksekutif lembaga riset Technomic Inc untuk Yum, berbasis di Chicago, AS.

KFC sendiri saat ini menguasai sekitar 32 persen bisnis restoran makanan cepat saji di Asia. "Mengenai aturan ini tidak berdampak terhadap rencana pertumbuhan Yum. Franchisee lokal kami akan terus bekerja sama dengan peraturan yang telah ditetapkan pihak berwenang," kata Virginia Ferguson, juru bicara perusahaan Yum dalam keterangannya.

Seperti diketahui, bulan ini Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengumumkan aturan pembatasan waralaba restoran, dalam upaya melindungi usaha kecil dan menengah. Aturan ini tertuang dalam Permendag (Peraturan Menteri Perdagangan) No 07/M-DAG/PER/2/2013, tentang Pengembangan Kemitraan dalam Waralaba Jenis Usaha Jasa Makanan dan Minuman.

“Pembatasan gerai ini berlaku lima tahun sejak peraturan ini berlaku,” demikian bunyi Pasal 12 Permendag yang ditandatangani oleh Mendag Gita Wirjawan pada 11 Februari 2013.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia melampaui Brasil, Rusia dan India. Yum mengharapkan pertumbuhan 43 persen menjadi 1.000 toko pada 2015.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pameran Waralaba FLEI...
Pameran Waralaba FLEI 2024 Bakal Digelar di Jakarta, Catat Tanggalnya
Indonesia Franchise...
Indonesia Franchise Week Dorong Pertumbuhan Bisnis Waralaba Indonesia
Optimistis Sambut Tahun...
Optimistis Sambut Tahun Baru, 87 Persen Pengusaha Waralaba Siap Ekspansi di 2022
Sangat Prospek, di Tengah...
Sangat Prospek, di Tengah Krisis, Waralaba Alfamart Tetap Bertumbuh
10 Franchise dengan...
10 Franchise dengan Film Terbanyak, Ada yang Sampai Ratusan
Permintaan Tinggi, Franchise...
Permintaan Tinggi, Franchise & License Expo Indonesia Hadir 2 Kali Tahun Ini
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
3 jam yang lalu
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
4 jam yang lalu
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
5 jam yang lalu
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
5 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
5 jam yang lalu
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
5 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved