Mentan sinyalir banyak importir hortikultura fiktif

Senin, 25 Februari 2013 - 15:12 WIB
Mentan sinyalir banyak...
Mentan sinyalir banyak importir hortikultura fiktif
A A A
Sindonews.com - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mensinyalir ada banyak perusahaan importir hortikultura fiktif yang sebenarnya bukan perusahaan importir. Karena itu, perusahaan-perusahaan yang mendapatkan IT (Importir Terdaftar) untuk produk hortikultura perlu diverifikasi ulang.

"Yang jelas, kalau lihat data yang ada dari importir itu, memang nampaknya perlu verifikasi lebih lanjut lah," ucap Suswono usai Rapat Koordinasi Stabilisasi Harga Pangan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (25/2/2013).

Menurutnya, banyak di antara perusahaan importir hortikultura sebenarnya hanya perusahaan pengiriman barang yang tidak layak menjalankan impor hortikultura. "Saya mendengar banyak importir terdaftar yang sebetulnya dia (perusahaan) ekspedisi, ini informasi yang saya dapatkan," ujar dia.

Mentan mengaku telah meminta Menteri Perdagangan Gita Wirjawan untuk memverifikasi ulang seluruh penerima IT hortikultura. "Saya sudah meminta supaya Menteri Perdagangan melakukan verifikasi ulang," imbuhnya.

Selain itu, persyaratan untuk mendapatkan IT hortikultura juga perlu dikaji ulang dan diperketat untuk menghindari lolosnya importir-importir 'bodong'.

"Termasuk juga mungkin persyaratan, apakah terlalu longgar atau terlalu mudah, itu nanti yang harus dibahas. Jadi harus diperketat lagi," kata Menteri yang juga kader PKS ini.

Pihaknya mengaku tidak tahu persis berapa jumlah IT yang sudah dikeluarkan Kemendag untuk hortikultura. Kementan sendiri sudah memberikan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) kepada sekitar 130 perusahaan.

"Kalau enggak salah 130-an itu yang layak mendapatkan RIPH ya. Kalau IT-nya itu saya enggak tahu, tanya Menteri Perdagangan," tutup Suswono.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
57 menit yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
1 jam yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
2 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
3 jam yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved