Affandi: Kadin harus laksanakan surat Dewan Pertimbangan

Senin, 25 Februari 2013 - 18:37 WIB
Affandi: Kadin harus...
Affandi: Kadin harus laksanakan surat Dewan Pertimbangan
A A A
Sindonews.com - Ketua Kamar Dagang dan Industri (kadin) DIY, yang diberhentikan, Nur Achmad Affandi menyambut baik turunnya surat dari Dewan Pembina Kadin Indonesia yang meminta SK pemecatan dirinya dicabut dan hak-haknya dikembalikan seperti semula.

Menurutnya, surat Dewan pertimbangan Kadin Indonesia harus segera dilaksanakan oleh Ketua Kadin Indonesia. Kadin harus menjalankan aturan yang berlaku agar berjalan baik dan bisa memberikan hasil kepada dunia usaha.

“Aturan ini harus dilakukan agar bisa memberikan hasil pada dunia usaha,” jelas Nur Achmad saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Senin (25/2/2013).

Sementara itu, caretaker Kadin DIY Gonang Djuliastono mengatakan, permasalahan ini menjadi ranah kepengurusan di pusat. Baik itu SK pemecatan, maupun surat dari Dewan Pembina untuk melakukan pencabutan. “Itu kewenangan pada Ketua Kadin pusat, daerah hanya menjalankan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Setelah Ketua Kadin DIY Nur Achmad Affandi dipecat oleh Kadin Indonesia, kini muncul surat dari Dewan Pembina Kadin Indonesia agar SK tersebut dicabut karena Nur Achmad Affandi dirasa tidak melanggar Ad/ART Kadin.

Surat Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia nomor 02/Wantim/II/2013 tentang Pencabutan SK Kadin Indonesia No Skep/012/DP/II/2013 tentang pemberhentian Ketua Kadin DIY ini ditandatangani oleh Ketuanya, Oesman Sapta tertanggal 21 Februari 2013. Surat yang ditujukan kepada ketua Kadin Indonesia, dengan tembusan Gubernur DIY, Dewan Penasehat Kadin, Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia, Gubernur dan Ketua Kadin Se-Indonesia ini, telah diterima kadin DIY selang beberapa hari kemudian.

Dalam surat ini secara jelas Dewan Pertimbangan meminta Ketua Kadin untuk mencabut SK pemecatan Ketua Kadin DIY dan memulihkan hak-hak yang bersangkutan sebagaimana sebelum ada SK tersebut. Alasannya, tidak ada kesalahan yang dilakukan Nur Achmad Affandi yang bertentangan dari AD/ART hingga diberikan sanksi pemecatan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sambut Gelaran Munas...
Sambut Gelaran Munas Kadin, Kendari Siap Perketat Prokes
Bandel Munas Kadin Tetap...
Bandel Munas Kadin Tetap Digelar, Awas Kena Covid!
Akomodir Kepentingan...
Akomodir Kepentingan Daerah, Kadin Jabar Dukung Arsjad Rasjid
Arsyad Rasyid: UMKM...
Arsyad Rasyid: UMKM Lokal Kunci Pembangunan Ekonomi Daerah
Konvensi ALB KADIN Digelar...
Konvensi ALB KADIN Digelar Besok secara Daring
Rosan, Arsjad dan Anin...
Rosan, Arsjad dan Anin Puas dengan Hasil Munas KADIN
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved