TBS busuk, petani dan perusahaan sawit merugi

Rabu, 27 Februari 2013 - 17:37 WIB
TBS busuk, petani dan...
TBS busuk, petani dan perusahaan sawit merugi
A A A
Sindonews.com - Banjir yang merendam area perkebunan kelapa sawit milik petani dan perusahaan sawit di Babat Toman, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, menyebabkan tandan buah segar (TBS) sawit membusuk hingga puluhan ton. Kerugian petani dan perusahaan kian dirasakan karena banjir merendam perkebunan sejak dua bulan lalu.

Petani Sawit di Babat Toman, Arminto, mengeluhkan banjir tahun ini karena areal plasma sawitnya turut terendam. “Bagaimana kami mau panen, lima hektare sawit saya semuanya busuk,” tandasnya di Muba, Rabu (27/2/2013).

Di beberapa areal plasma sawit lain, sejumlah petani tidak lagi mengumpulkan TBS mereka, namun langsung segera dipanen dan dikrim ke pabrik. Wargapun terpaksa membuat jalan darurat ke kebun yang terendam banjir dengan papan untuk bisa dilalui sepeda motor.

Sementara itu, sejumlah perusahaan bergerak di bidang kelapa sawit juga mengeluh. Asisten kepala PT Lonsum Sei Punjung Estate Wilayah Babat Toman, Prasetya menuturkan, sebanyak 570 hektare areal perkebunan inti perusahaan sejak Desember 2012 sudah terendam banjir. Hal tersebut membuat perusahaan merugi.

“Paling tidak hingga empat bulan kedepan sejak banjir surut baru kita bisa lakukan pemanenan kembali. Untuk itu sekarang perusahaan dan petani tidak bisa memanen karena TBS-nya membusuk sedangkan tanaman sawitnya masih bisa digunakan,” terang Prasetya usai dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Kabupaten Muba.

Menurut Prasetya, langkah saat ini usai banjir surut seluruh TBS yang membusuk langsung dibuang. Sebab jika tidak maka bisa menimbulkan hama pada tanaman sawit.

“Untuk perusahaan kita di wilayah Babat Toman hampir seluruhnya terendam banjir, padahal rata-rata bila panen bisa menghasilkan 200 ton perbulan. Namun tahun ini untuk beberapa bulan akibat banjir turun drastir atau bisa dikatakan tidak ada pemasukkan sama sekali,” paparnya.

Diapun berharap banjir dapat segera surut sehingga aktivitas perkebunan baik plasma petani dan perusahaan dapat berjalan seperti semula. Sehingga TBS busuk yang telah dibuang akan menghasilkan kembali kembang sawit dan baru empat bulan kemudian baru bisa dipanen. “Akibat kerugian ini bisa berimbas pada bonus tahunan karyawan,” ucapnya.

Menyikapi banyaknya TBS yang busuk, Humas PT Pinago Utama, Arkadius mengaku kerugian perusahaan dan petani kian dirasakan. “Untuk lahan Pinago sekitar ribuan hektare yang terendam banjir. Sehingga banyak TBS yang busuk tak bisa dipanen,” ungkapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komitmen YIDH Dukung...
Komitmen YIDH Dukung Pelaksanaan Peta Jalan Menuju Sawit Berkelanjutan di Aceh
Sejumlah Masalah yang...
Sejumlah Masalah yang Bikin Pengusaha Sawit dan Masyarakat Tidak Akur
Aspekpir Kolaborasi...
Aspekpir Kolaborasi Buat Film Dokumenter Desa Transmigrasi Sawit
Pengolahan yang Baik...
Pengolahan yang Baik Jadikan Limbah Cair Pabrik Sawit Bernilai Ekonomi Tinggi
Perkebunan Sawit Berkelanjutan...
Perkebunan Sawit Berkelanjutan Tumbuhkan Ekonomi Desa Terpencil
Wujudkan Perkebunan...
Wujudkan Perkebunan Berkelanjutan, SPKS Dorong Kemitraan Usaha dengan Petani
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
45 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved