Aspekpir Kolaborasi Buat Film Dokumenter Desa Transmigrasi Sawit
Kamis, 27 Juli 2023 - 22:47 WIB
loading...
Konferensi pers tentang film Desa Transmigrasi Sawit di Jakarta, Kamis (27/7/2023). FOTO/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) membuat film dokumenter mengenai desa transmigrasi sawit di Indonesia. Film yang pembuatannya didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tersebut mengambil tempat di tiga desa yang memiliki sejarah penting dalam pengembangan kelapa sawit Indonesia.
"Ketiga desa ini memiliki keunggulan dan inovasi dalam pengembangan kelapa sawit yang berkelanjutan," ungkap Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono dalam konferensi pers tentang film Desa Transmigrasi Sawit, di Jakarta, Kamis (27/7/2023).
Baca Juga: Gara-gara Ringgit Harga CPO Anjlok di Bawah Level RMY4.000
Dia mengatakan dua desa terdapat di Provinsi Riau, penghasil utama kelapa sawit dunia yakni Desa Teluk Merbau, Kabupaten Siak, dan Desa Bono Tapung, Kabupaten Rokan Hulu. Adapun satu desa lainnya berada di Provinsi Sumatra Selatan yakni Desa Bumi Kencana di Musi Banyuasin. Film dokumenter berdurasi 30 menit ini diproduksi sejak Mei-Juli 2023.
Setiyono menjelaskan pembuatan film dilatarbelakangi kenyataan bahwa kehadiran desa transmigrasi sawit mendorong pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Transmigrasi merupakan program andalan pemerintah yang bertujuan untuk memeratakan pembangunan dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di luar pulau Jawa. Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua merupakan daerah-daerah transmigrasi.
"Daerah transmigrasi berbasis kelapa sawit yang tadinya dicap sebagai daerah kumuh, miskin dan terbelakang, kini banyak berubah jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, bahkan komoditas yang dikembangkan di daerah transmigrasi menjelma menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi," katanya.
Keberhasilan desa transmigrasi berbasis kelapa sawit menjadi pusat pertumbuhan baru perekonomian adalah salah satu bukti bagaimana kelapa sawit memainkan peran penting terhadap perekonomian nasional sehingga sudah seharusnya masyarakat Indonesia mengetahuinya.
"Ketiga desa ini memiliki keunggulan dan inovasi dalam pengembangan kelapa sawit yang berkelanjutan," ungkap Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono dalam konferensi pers tentang film Desa Transmigrasi Sawit, di Jakarta, Kamis (27/7/2023).
Baca Juga: Gara-gara Ringgit Harga CPO Anjlok di Bawah Level RMY4.000
Dia mengatakan dua desa terdapat di Provinsi Riau, penghasil utama kelapa sawit dunia yakni Desa Teluk Merbau, Kabupaten Siak, dan Desa Bono Tapung, Kabupaten Rokan Hulu. Adapun satu desa lainnya berada di Provinsi Sumatra Selatan yakni Desa Bumi Kencana di Musi Banyuasin. Film dokumenter berdurasi 30 menit ini diproduksi sejak Mei-Juli 2023.
Setiyono menjelaskan pembuatan film dilatarbelakangi kenyataan bahwa kehadiran desa transmigrasi sawit mendorong pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Transmigrasi merupakan program andalan pemerintah yang bertujuan untuk memeratakan pembangunan dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di luar pulau Jawa. Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua merupakan daerah-daerah transmigrasi.
"Daerah transmigrasi berbasis kelapa sawit yang tadinya dicap sebagai daerah kumuh, miskin dan terbelakang, kini banyak berubah jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, bahkan komoditas yang dikembangkan di daerah transmigrasi menjelma menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi," katanya.
Keberhasilan desa transmigrasi berbasis kelapa sawit menjadi pusat pertumbuhan baru perekonomian adalah salah satu bukti bagaimana kelapa sawit memainkan peran penting terhadap perekonomian nasional sehingga sudah seharusnya masyarakat Indonesia mengetahuinya.
Lihat Juga :