Ketua Parlemen AS: Tak ada kompromi soal pajak
Sabtu, 02 Maret 2013 - 18:58 WIB
Ketua Parlemen AS: Tak ada kompromi soal pajak
A
A
A
Sindonews.com – Menanggapi permintaan Presiden Barrack Obama untuk berkompromi mengatasi krisis fiskal, Ketua Parlemen Amerika Serikat (AS) John Boehner menegaskan, pajak yang lebih tinggi tidak akan menjadi bagian dari setiap kesepakatan untuk mengatasi kemelut anggaran negara.
Menurutnya, tidak ada sesuatu yang baru untuk dilaporkan soal pemotongan anggaran sebesar USD85 miliar yang dijadwalkan mulai berlaku hari ini.
"Parlemen minggu depan akan terus menggarap rancangan Undang-undang agar pemerintahan tetap beroperasi melampaui Maret. Kami berharap Amerika tidak perlu lagi menghadapi ancaman penutupan operasi pemerintah," ujar Boehnar, seperti dilansir Reuters, Sabtu (2/3/2013).
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Barack Obama secara resmi telah memerintahkan pemotongan anggaran belanja hari ini. Langkah tersebut dilakukan setelah gagal mencapai kesepakatan dengan Partai Republik untuk mencegah pemotongan otomatis.
Obama mengakui hasil tersebut berpotensi pada pengetatan dan membatasi pertumbuhan ekonomi AS tahun ini.
"Yang penting untuk dipahami tidak semua orang akan merasakan sakit dari pemotongan ini, meskipun akan menjadi kenyataan. Awal pekan ini, banyak dari keluarga kelas menengah kehidupannya terganggu secara signifikan," kata Obama.
Menurutnya, tidak ada sesuatu yang baru untuk dilaporkan soal pemotongan anggaran sebesar USD85 miliar yang dijadwalkan mulai berlaku hari ini.
"Parlemen minggu depan akan terus menggarap rancangan Undang-undang agar pemerintahan tetap beroperasi melampaui Maret. Kami berharap Amerika tidak perlu lagi menghadapi ancaman penutupan operasi pemerintah," ujar Boehnar, seperti dilansir Reuters, Sabtu (2/3/2013).
Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Barack Obama secara resmi telah memerintahkan pemotongan anggaran belanja hari ini. Langkah tersebut dilakukan setelah gagal mencapai kesepakatan dengan Partai Republik untuk mencegah pemotongan otomatis.
Obama mengakui hasil tersebut berpotensi pada pengetatan dan membatasi pertumbuhan ekonomi AS tahun ini.
"Yang penting untuk dipahami tidak semua orang akan merasakan sakit dari pemotongan ini, meskipun akan menjadi kenyataan. Awal pekan ini, banyak dari keluarga kelas menengah kehidupannya terganggu secara signifikan," kata Obama.
(dmd)
Lihat Juga :