NNT perkirakan produksi emas di bawah 2012

Kamis, 07 Maret 2013 - 13:02 WIB
NNT perkirakan produksi...
NNT perkirakan produksi emas di bawah 2012
A A A
Sindonews.com - PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) memproyeksikan produksi emas perusahaan pada tahun ini lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

Manajer Corporate Communication PT NNT, Rubi Purnomo memperkirakan, produksi emas perseroan pada tahun ini antara 20.000-30.000 ons troi (oz). Jumlah ini lebih rendah dibandingkan dengan realisasi produksi tahun 2012 sebesar 33.000 oz (1 oz=28,35 gram).

Menurut dia, kendala utama sulitnya meningkatkan produksi emas karena area pertambangan Batu Hijau masih dalam tahap fase keenam, yakni pengupasan tanah permukaan. "Sesuai dengan rencana kerja perusahaan, saat ini kami tengah melakukan pengupasan fase keenam," kata dia di kantor PT NNT, Sumbawa, Nusa Tengara Barat, Kamis (7/3/2013).

Senior Specialist Engineer PT NNT, Budianto menambahkan, produksi emas perusahaan sat ini lebih dari 500 ribu ton bijih batuan dari pit (lokasi galian tambang). Dari jumlah tersebut, setiap 1 ton bijih batuan bisa menghasilkan 0,37 gram emas murni. "Kami produksi tiap harinya kurang lebih 500 ribu ton biji batuan," kata dia.

Di samping itu, Budianto menjelaskan, produksi utama PT NNT merupakan tembaga, dan hasil akhirnya berupa konsentrat. Namun dalam konsentrat terdapat mineral lainnya, berupa emas dan perak.

Dalam setiap 1 ton biji batuan yang diolah menghasilkan rata-rata 4,87 kg tembaga dan 0,37 gram emas. "Dimana dalam fase keenam ini, Newmont hanya melakukan pemprosesan bijih batuan di stockpile. Jadi, hanya mengolah produksi tembaga dari stockpile tanpa penambangan bijih. Dalam fase ini kualitas biji yang diolah juga kurang begitu baik," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gempa Berkekuatan M7,5...
Gempa Berkekuatan M7,5 Guncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur
Freeport Bisa Lega,...
Freeport Bisa Lega, Permendag Ekspor Konsentrat Rampung Pekan Ini
Gempa M3,6 Guncang Lembata...
Gempa M3,6 Guncang Lembata Nusa Tenggara Timur
Gempa M5,8 Guncang Bima...
Gempa M5,8 Guncang Bima Nusa Tenggara Barat
Peduli Bencana NTT,...
Peduli Bencana NTT, Anies Posting Nomor Rekening Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Pengumpul Donasi
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Berita Terkini
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
1 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
1 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
2 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
2 jam yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
4 jam yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved