Fed: Bank AS akan kehilangan USD460 M jika krisis lagi
Jum'at, 08 Maret 2013 - 14:19 WIB
Fed: Bank AS akan kehilangan USD460 M jika krisis lagi
A
A
A
Sindonews.com - Bank terbesar di Amerika Serikat akan menghadapi kerugian hampir setengah triliun dolar AS, jika krisis keuangan dan resesi mendalam menghantam lagi.
Bank Sentral Amerika (Federal Reserve/Fed) mengatakan, kerugian diperkirakan akan mencapai USD462 miliar (308 miliar euro) yang menimpa 18 bank yang diproyeksikan dalam sebuah uji 'tes stres'.
Kerugian ini menurut skenario Fed adalah yang paling ekstrem di mana pengangguran akan naik 12 persen, harga rumah jatuh 21 persen dan pasar saham membagi nilai selama dua tahun ke depan.
Secara keseluruhan, menurut Fed, hanya salah satu bank yang diuji, Ally Financial, gagal mempertahankan Tier 1 rasio 5 persen saham biasa - ukuran kunci kesehatan pemberi pinjaman - di bawah skenario yang paling ekstrem.
"Bank terus meningkatkan kemampuan mereka untuk menahan skenario yang sangat merugikan ekonomi hipotetis dan kolektif dalam posisi modal yang jauh lebih kuat dari sebelum krisis keuangan," kata Fed, seperti dilansir dari The Telegraph, Jumat (8/3/2013).
Namun, tes menunjukkan Rasio Goldman turun menjadi 5,8 persen, dengan bank investasi menghadapi kerugian sebesar USD20,5 miliar di bawah skenario yang paling ekstrem.
Rasio Morgan Stanley meluncur ke 5,7 persen, meninggalkan kerugian sebesar USD19,4 miliar di bawah skenario yang sama, sedangkan Bank of New York Mellon memiliki Tier 1 ekuitas tertinggi dengan rasio 13,2 persen. Citigroup, yang gagal tes stres tahun lalu, memiliki rasio jauh lebih tinggi dari 8.3pc.
Pekan depan, Fed akan merilis hasil tes stres kedua, yang akan digunakan regulator untuk memutuskan apakah akan menyetujui rencana bank membayar dividen atau membeli kembali saham.
Bank Sentral Amerika (Federal Reserve/Fed) mengatakan, kerugian diperkirakan akan mencapai USD462 miliar (308 miliar euro) yang menimpa 18 bank yang diproyeksikan dalam sebuah uji 'tes stres'.
Kerugian ini menurut skenario Fed adalah yang paling ekstrem di mana pengangguran akan naik 12 persen, harga rumah jatuh 21 persen dan pasar saham membagi nilai selama dua tahun ke depan.
Secara keseluruhan, menurut Fed, hanya salah satu bank yang diuji, Ally Financial, gagal mempertahankan Tier 1 rasio 5 persen saham biasa - ukuran kunci kesehatan pemberi pinjaman - di bawah skenario yang paling ekstrem.
"Bank terus meningkatkan kemampuan mereka untuk menahan skenario yang sangat merugikan ekonomi hipotetis dan kolektif dalam posisi modal yang jauh lebih kuat dari sebelum krisis keuangan," kata Fed, seperti dilansir dari The Telegraph, Jumat (8/3/2013).
Namun, tes menunjukkan Rasio Goldman turun menjadi 5,8 persen, dengan bank investasi menghadapi kerugian sebesar USD20,5 miliar di bawah skenario yang paling ekstrem.
Rasio Morgan Stanley meluncur ke 5,7 persen, meninggalkan kerugian sebesar USD19,4 miliar di bawah skenario yang sama, sedangkan Bank of New York Mellon memiliki Tier 1 ekuitas tertinggi dengan rasio 13,2 persen. Citigroup, yang gagal tes stres tahun lalu, memiliki rasio jauh lebih tinggi dari 8.3pc.
Pekan depan, Fed akan merilis hasil tes stres kedua, yang akan digunakan regulator untuk memutuskan apakah akan menyetujui rencana bank membayar dividen atau membeli kembali saham.
(dmd)
Lihat Juga :