Ini alasan pemerintah kurangi subsidi PT KAI

Jum'at, 08 Maret 2013 - 15:02 WIB
Ini alasan pemerintah...
Ini alasan pemerintah kurangi subsidi PT KAI
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan, beberapa alasan di balik pengurangan subsidi kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Direktur Perkeretaapian Kemenhub, Hanggoro Budi Wirjawan mengatakan, pada 2012 PT KAI hanya berhasil menyerap 81 persen anggaran PSO (Public Service Obligation/subsidi) yang mencapai Rp770 miliar.

"Pada 2012, besaran PSO Rp770 miliar tapi yang terserap KAI hanya Rp624 miliar, hanya 81 persen," ujar Hanggoro dalam konferensi pers, di Kemenhub, Jakarta, Jumat (8/3/2013).

Rendahnya penyerapan anggaran PSO ini disebabkan jumlah penumpang kereta ekonomi yang berada di bawah kontrak PSO. Berdasarkan kontrak PSO, seharusnya KAI mengangkut 98 juta penumpang kereta ekonomi. Namun, KAI hanya mampu mengangkut 84 juta penumpang.

"Ini karena dari 98 juta kursi yang harusnya disediakan, KAI hanya menyerap 84 juta," imbuh Hanggoro.

Dia menambahkan, bencana longsor di Cilebut juga turut berperan mengurangi jumlah penumpang kereta api ekonomi. Akibatnya, jumlah penumpang kereta ekonomi berada di bawah kontrak PSO dan penyerapan PSO menjadi rendah "Selain itu karena bencana Cilebut sehingga beberapa kereta api hanya sampai Bojong," pungkas dia.

Sebagai informasi, pada tahun ini anggaran PSO untuk KAI hanya Rp704 miliar. Sedangkan, pada 2011 sebesar Rp639 miliar dan terserap Rp623 miliar, pada 2010 sebesat Rp535 miliar dan terserap Rp534 miliar. Artinya, penyerapan anggaran PSO pada 2012 jauh lebih rendah dibanding beberapa tahun sebelumnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Tiket Kereta Api...
Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh Naik 40%
KAI Tambah Kereta Jarak...
KAI Tambah Kereta Jarak Jauh, Ini Rincian Rute dan Jadwalnya
KA Lokal Daop I Jakarta...
KA Lokal Daop I Jakarta Masih Belum Operasi hingga 31 Juli 2020
5 KA Jarak Jauh Beroperasi...
5 KA Jarak Jauh Beroperasi dari Daop 1 Jakarta Mulai 3 Juli 2020, Ini Daftarnya
KAI Siapkan Protokol...
KAI Siapkan Protokol Khusus Hadapi Skenario New Normal
Waktu Perjalanan KA...
Waktu Perjalanan KA Akan Singkat dan Jadwal Keberangkatan Berubah, Awas Telat!
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
7 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
8 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
8 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
9 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
9 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
9 jam yang lalu
Infografis
Alasan Pemerintah Zimbabwe...
Alasan Pemerintah Zimbabwe Izinkan Warganya Membunuh Gajah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved