Penundaan kenaikan harga elpiji 12 kg bermuatan politis

Minggu, 10 Maret 2013 - 15:44 WIB
Penundaan kenaikan harga...
Penundaan kenaikan harga elpiji 12 kg bermuatan politis
A A A
Sindonews.com - Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan bahwa penundaan kenaikan elpiji 12 kilogram (kg) sebagai hal yang tidak masuk akal. Dia menilai, penundaan kenaikan harga elpiji nonsubsidi tersebut bermuatan politis

"Penundaan (kenaikan harga elpiji 12 kg) itu tekanan politis. Indikator moment belum tepat itu apa? Parameter belum tepatnya itu juga apa? Lalu apa alasan (pemerintah) mengatakan belum tepat?" kata dia ketika dihubungi Sindonews, Minggu (10/3/2013).

Menurut dia, meski harga elpiji 12 kg tersebut ditunda, namun pada akhirnya harganya pasti akan naik. Di samping mempertanyakan sikap keberatan pemerintah menaikkan harga elpiji nonsubsidi, Tulus juga menuding sejumlah anggota DPR yang menutupi alasan penundaan kenaikan harga elpiji 12 kg dengan alasan Pertamina harus melindungi masyarakat.

"Kita sudah mempunyai UU BUMN yang mengatakan bahwa BUMN harus mencari untung. Dengan mengatakan Pertamina harus melindungi masyarakat, DPR kan menjadi tidak konsisten. Sedangkan UU tersebut tersebut dibuat oleh DPR," tandas Tulus.

Seperti diketahui, karena menghormati pemerintah, perusahaan migas pelat merah tersebut terpaksa menunda menaikkan harga elpiji 12 kg pada bulan ini. VP Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir sebelumnya menyatakan, Pertamina akan mengevaluasi waktu yang tepat untuk menaikkan harga elpiji 12 kg.

Namun dia menegaskan, harga elpiji 12 kg harus naik lantaran bukan barang subsidi dan jika tidak dinaikkan, Pertamina akan makin merugi. Pada 2012 tercatat kerugian Pertamina dari jualan elpiji 12 kg mencapai USD541 juta, setara Rp5 triliun. Sedangkan, terhitung mulai Januari-Februari 2013, kerugian perseroan bertambah Rp850 miliar akibat belum naiknya harga elpiji tersebut.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
1 menit yang lalu
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
40 menit yang lalu
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
3 jam yang lalu
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
11 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved