Cara mengidentifikasi bisnis money laundering

Senin, 11 Maret 2013 - 20:17 WIB
Cara mengidentifikasi...
Cara mengidentifikasi bisnis money laundering
A A A
Sindonews.com - Modus penipuan investasi money laundering atau pencucian uang mengancam sektor bisnis di Indonesia. Untuk itu, bagi para pelaku usaha dan regulator perlu mengenal beberapa identifikasi mengenai bisnis 'haram' tersebut.

Menurut Richard Susilo, wartawan senior yang sudah lama tinggal di Jepang, pelaku biasanya dari kalangan organisasi terlarang, seperti Yakuza. Mereka mencuci uang dari hasil premanisme, narkoba, prostitusi, jasa pembunuhan dan judi.

Dalam menjalankan usahanya, kata Richard, mereka biasa menggunakan perusahaan kecil dengan nama belum pernah didengar dan terasa aneh. Investasi yang dikeluarkan sangat besar tanpa diketahui asal-usulnya.

Untuk memastikan, cari nama perusahaan dari mesin pencari internet, seperti Yahoo atau Google. Biasanya data perusahaan Jepang tertulis lengkap, kapan berdiri, siapa CEO-nya, modal kerja, kegiatan bisnis, dan rekanan bisnis. Jika tidak ada penjelasan itu patut dipertanyakan.

Investasi yang mereka keluarkan di atas Rp10 miliar, bergerak di bidang tambak, biotek, perkayuan, minuman keras, finansial, kontraktor, bahkan rumah sakit. Bisa juga properti atau bahkan konsultan.

Jika ada sumber uang dari Jepang seharusnya PMA (penanaman modal asing). Kalau masih PMDN (penanaman modal dalam negeri), artinya pelanggaran hukum Indonesia. Dia akan pakai nama istri orang Indonesia, atau sebaliknya, suami. Perkawinan dilakukan hanya untuk mendapatkan nama orang Indonesia. Targetnya orang Jepang dan orang berduit.

Secara pribadi pelaku sulit diidentifikasi, low profile, biasa berpakaian jas, berdasi seperti seorang pengusaha. Kalaupun ada kartu nama dibuat sederhana agar tidak menarik perhatian.

Perusahaan bersangkutan biasanya baru didirikan pada 2000 atau lebih baru lagi. Transfer finansial dilakukan cash antar negara dari Indonesia atau sebaliknya. Hal ini untuk menghindari penjejakan dari kantor pajak dan otoritas finansial kedua negara.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Netizen, Ini Solusi...
Netizen, Ini Solusi Perbaiki Ekonomi pada Masa Pandemi dari Indra Kesuma
Lampu Kuning Investor...
Lampu Kuning Investor Pasar Modal
Kenali Dulu Produknya...
Kenali Dulu Produknya sebelum Berinvestasi
Panduan Lengkap Puasa...
Panduan Lengkap Puasa Ramadan, Keutamaan, Amalan dan Doa Berbuka
Bityard Mudahkan Pemula...
Bityard Mudahkan Pemula Berinvestasi Cryptocurrency
Gandeng Wanita Indonesia,...
Gandeng Wanita Indonesia, Nanovest Berikan Edukasi Investasi Aset Digital
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
17 menit yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
37 menit yang lalu
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
1 jam yang lalu
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
1 jam yang lalu
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
1 jam yang lalu
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
3 jam yang lalu
Infografis
5 Cara Cepat Menemukan...
5 Cara Cepat Menemukan Lokasi Terdekat dengan Google Maps
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved