Komite Senat AS tolak dana reformasi suara IMF

Selasa, 12 Maret 2013 - 11:14 WIB
Komite Senat AS tolak...
Komite Senat AS tolak dana reformasi suara IMF
A A A
Sindonews.com - Komite Senat AS menolak permintaan pemerintah Barack Obama untuk menyetujui dana peningkatan permanen AS di Dana Moneter Internasional (IMF).

Dilansir Reuters, Selasa (12/3/2013), langkah tersebut diusulkan, sebagai bagian dari kesepakatan lebih luas yang akan meningkatkan hak suara negara ekonomi emerging market di lembaga finansial global tersebut.

Senat Demokrat dan Republik mengatakan undang-undang yang akan menghindari shutdown pemerintah pada akhir Maret nanti, tidak memasukkan ketentuan yang diminta pemerintahan Obama pada dana IMF.

Bahkan, Dewan Perwakilan Rakyat Republik telah menolak permintaan itu pekan lalu, yang akan bergeser sekitar USD65 miliar di AS, dari dana krisis IMF ke sumber daya yang lebih permanen.

Persetujuan kongres bagi AS diperlukan untuk menyelesaikan paket reformasi IMF pada 2010, yang akan membuat voting tiga negara terbesar, yaitu Amerika, China dan Jepang. Hal ini juga akan meningkatkan hak suara negara berkembang besar, seperti Brasil dan India.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Bantuan Ekonomi Amerika...
Bantuan Ekonomi Amerika untuk Greenland Berbuntut Panjang
Konspirasi Yahudi: Kisah...
Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Didesak Situasi Ekonomi...
Didesak Situasi Ekonomi Amerika, Rupiah Akan Bergerak Sempit
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
47 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved