Iwata: BoJ harus fokus pada pembelian obligasi
Selasa, 12 Maret 2013 - 11:52 WIB
Iwata: BoJ harus fokus pada pembelian obligasi
A
A
A
Sindonews.com - Kikuo Iwata, calon deputi gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ) mengatakan, pembelian obligasi jangka panjang pemerintah akan membantu Bank Sentral mencapai target inflasi 2 persen dalam dua tahun.
Iwata juga menyebutkan, ada sedikit kebutuhan untuk mempertahankan level 0,1 persen yang ditetapkan BoJ di tingkat pasar uang, yang menunjukkan scrapping bisa menjadi pilihan kebijakan.
"Berbahaya menyingkirkan setiap pilihan sekarang," kata Iwata dalam rapat dengar pendapat di majelis tinggi parlemen, seperti dilansir Reuters, Selasa (12/3/2013).
Dia memiliki pandangan, hukum yang menjamin independensi Bank Sentral harus direvisi untuk memaksimalkan mandatnya. Menurut Iwata, tidak pantas menetapkan target numerik untuk pertumbuhan pekerjaan dan menekan kemerdekaan BOJ dalam pengaturan kebijakan harus dihormati.
Selain Iwata, Perdana Menteri Shinzo Abe juga telah menominasikan Haruhiko Kuroda, yang memiliki kebijakan moneter agresif, sebagai Gubernur BoJ berikutnya dan menunjuk Direktur Eksekutif Hiroshi Nakaso menjadi deputi gubernur.
Jika disetujui parlemen, tiga orang tersebut akan menjalankan tugasnya setelah 19 Maret. Di mana BoJ diberi mandat untuk mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan.
Iwata juga menyebutkan, ada sedikit kebutuhan untuk mempertahankan level 0,1 persen yang ditetapkan BoJ di tingkat pasar uang, yang menunjukkan scrapping bisa menjadi pilihan kebijakan.
"Berbahaya menyingkirkan setiap pilihan sekarang," kata Iwata dalam rapat dengar pendapat di majelis tinggi parlemen, seperti dilansir Reuters, Selasa (12/3/2013).
Dia memiliki pandangan, hukum yang menjamin independensi Bank Sentral harus direvisi untuk memaksimalkan mandatnya. Menurut Iwata, tidak pantas menetapkan target numerik untuk pertumbuhan pekerjaan dan menekan kemerdekaan BOJ dalam pengaturan kebijakan harus dihormati.
Selain Iwata, Perdana Menteri Shinzo Abe juga telah menominasikan Haruhiko Kuroda, yang memiliki kebijakan moneter agresif, sebagai Gubernur BoJ berikutnya dan menunjuk Direktur Eksekutif Hiroshi Nakaso menjadi deputi gubernur.
Jika disetujui parlemen, tiga orang tersebut akan menjalankan tugasnya setelah 19 Maret. Di mana BoJ diberi mandat untuk mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan.
(dmd)
Lihat Juga :