Produksi industri India naik 2,4 persen
Selasa, 12 Maret 2013 - 13:37 WIB
Produksi industri India naik 2,4 persen
A
A
A
Sindonews.com - Produksi industri India naik lebih dari perkiraan para ekonom pada Januari 2013, menyusul perubahan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan berkembang laju ekonomi terlemah dalam satu dekade.
Kantor Pusat Statistik India menyebutkan, produksi pabrik, utilitas dan pertambangan naik 2,4 persen dari tahun sebelumnya, setelah penurunan 0,5 persen direvisi pada Desember 2012.
Pemerintah dalam anggaran bulan lalu mengatakan, akan memangkas defisit fiskal ke posisi terendah dalam enam tahun, dengan berusaha mengurangi risiko inflasi dan meningkatkan ruang lingkup bank sentral untuk menurunkan suku bunga.
"Di tengah harapan kebangkitan permintaan menggeliat, kenaikan tajam dalam output dirasakan tidak mungkin," kata Tirthankar Patnaik, ahli strategi berbasis di Mumbai, Religare Capital Markets Ltd, seperti dilansir Bloomberg, Selasa (12/11/2013).
"Bank sentral mungkin akan menurunkan biaya pinjaman pada pertemuan kebijakan pekan depan," tambahnya.
Menteri Keuangan India Palaniappan Chidambaram menargetkan kesenjangan anggaran sebesar 4,8 persen dari produk domestik bruto (PDB) hingga Maret 2014, dari 5,2 persen, dalam upaya mencegah penurunan peringkat kredit-rating.
Pemerintah juga telah mengambil langkah-langkah dalam beberapa bulan terakhir membuka ekonomi bagi investasi asing, memacu ekspor dan mempercepat proyek jalan-rel untuk menghidupkan kembali pertumbuhan.
Kantor Pusat Statistik India menyebutkan, produksi pabrik, utilitas dan pertambangan naik 2,4 persen dari tahun sebelumnya, setelah penurunan 0,5 persen direvisi pada Desember 2012.
Pemerintah dalam anggaran bulan lalu mengatakan, akan memangkas defisit fiskal ke posisi terendah dalam enam tahun, dengan berusaha mengurangi risiko inflasi dan meningkatkan ruang lingkup bank sentral untuk menurunkan suku bunga.
"Di tengah harapan kebangkitan permintaan menggeliat, kenaikan tajam dalam output dirasakan tidak mungkin," kata Tirthankar Patnaik, ahli strategi berbasis di Mumbai, Religare Capital Markets Ltd, seperti dilansir Bloomberg, Selasa (12/11/2013).
"Bank sentral mungkin akan menurunkan biaya pinjaman pada pertemuan kebijakan pekan depan," tambahnya.
Menteri Keuangan India Palaniappan Chidambaram menargetkan kesenjangan anggaran sebesar 4,8 persen dari produk domestik bruto (PDB) hingga Maret 2014, dari 5,2 persen, dalam upaya mencegah penurunan peringkat kredit-rating.
Pemerintah juga telah mengambil langkah-langkah dalam beberapa bulan terakhir membuka ekonomi bagi investasi asing, memacu ekspor dan mempercepat proyek jalan-rel untuk menghidupkan kembali pertumbuhan.
(dmd)
Lihat Juga :